Takjil ala Bang Yusuf

Harly

Di Kota Mamuju. Pantai Manakarra. Hampir setiap petang menjelang berbuka, ramai para pemburu takjil. Hingga di sebuah beranda sahabat mendiskusikan makna takjil. Diartikan sama dengan jajanan, hidangan, atau kue berbuka. Bukan diartikan sebagai makna bahasa atau suku kata.

Kata takjil ini berasal dari Bahasa Arab yang berarti “menyegerakan”, menyampaikan. Bahasa verba dan Nomina.

Makanya di dunia akademisi itu ada ahli bahasa. Di Dunia Hukum Ada ahli hukum. Karena tidak semua di kamus bahasa bisa diartikan sepenggal-sepenggal.

Sama dengan kenapa ilmu hukum di perlukan? Karena tidak semua hanya bisa membaca pasal-pasal. Tapi ada bahasa hukum dan pisikologi hukum. Dan Hanya di miliki orang-orang yang belajar ilmu hukum.

Begitu juga ada padanan kata di setiap percakapan dan kosa kata. Apa lagi istilah ini diserap dari bahasa modern atau bahasa asing yang di-Indonesiakan.

Kembali ke topik. Dalam konteks Ramadan, maka TAKJIL ini bermakna menyegerakan untuk berbuka puasa.

Ya, menyegerakan dengan cara berburu takjil, yakni membeli makanan dan minuman untuk bisa segera berbuka puasa. Untuk jenis hidangan yang biasa digunakan untuk mengawali buka puasa biasanya berupa minuman atau makanan ringan yang manis. Hidangan yang manis itu bisa berupa kolak, susu, kurma, air, dan sejenisnya.

Setelah adzan maghrib dikumandangankan, maka takjil (menyegerakan berbuka puasa) harus dilakukan. Yang mana tubuh telah menahan puasa untuk tidak makan dan minum sekitar 12 jam, maka takjil ini berfungsi untuk mengisi asupan makanan atau cairan pada tubuh.

Begitu pula dengan menyegerakan minum air saat buka puasa tiba, tentunya supaya tubuh tak dehidrasi.

Jadi, selain dengan makanan ringan yang manis seperti kurma, takjil juga bisa dilakukan dengan meminum air putih biasa saja.

Demikian terkait arti kata takjil yang menjadi ciri khas di bulan Ramadan.
Setelah menyegerakan berbuka puasa (takjil) dengan hidangan ringan yang manis, jangan lupa untuk menunaikan ibadah sholat maghrib terlebih dahulu, ya.

Setelah itu, kamu bisa lanjut menyantap menu utama makan nasi dan laut dari berbuka puasa. Jangan juga terlalu berlebihan.
Wassalam

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer