![]()

Makassar (ANTARA) – Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan tengah menggenjot pengembangan ekspor baru dalam meningkatkan daya beli mancanegara terhadap produk asal Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan Ashari Fakhsirie Radjamilo di Makassar, Jumat menyebutkan terdapat tiga komoditi baru yang tengah dikembangkan pada sektor ekspor Sulsel, yakni bat guano, briket dan tanaman porang.
Komoditi bat guano merupakan kotoran kelelawar yang diolah menjadi pupuk dan banyak diminati di Amerika Serikat. Bat guano ini bisa diperoleh di beberapa kabupaten yakni Bone, Sidrap dan lainnya.
“Setiap yang kita ekspor ke sana (Amerika Serikat) pasti laku. Terus briket kendalanya karena izin untuk ekspor masih banyak ditolak jasa pengiriman atau ekspedisi sebab mudah terbakar,” ujarnya.
Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar dan digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api.
Ashari mengungkapkan produk ini sangat disenangi di Jepang, Dubai, dan Arab Saudi, karena menjadi satu-satunya briket di dunia yang jika dilempar tidak menghasilkan percikan api. Briket itu banyak diperoleh dari Kabupaten Luwu timur, Sulbar, Polman.
“Jepang, Eropa, Dubai, Arab Saudi itu sangat banyak permintaan briket yang masuk,” kata dia.
Ashari mengemukakan bahwa satu tahun terakhir, Sulsel telah mengirim produk briket ke luar negeri. Tetapi komoditi ini tidak dikirim langsung dari Sulsel, melainkan dikirim lewat Surabaya untuk memudahkan akses ke negara tujuan.
“Satu tahun terakhir, kita sudah rutin kirim tetapi tidak melalui Sulsel. Tapi kita kirim dulu ke Surabaya, terus dikirim lagi. Padahal seandainya dikirim dari sini, berarti PAD kita ada di sini. Cuma sekarang pandemi yang halangi juga, tetapi pihak Kementrian mau carikan solusinya,” urainya.
Selanjutnya ialah komoditas tanaman porang. Jenis komoditi ini mulai jadi primadona di Sulsel dan menuai banyak permintaan satu tahun terakhir, sehingga pengiriman tanaman porang ke luar negeri akan dilakukan pada event Merdeka Expo bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2021.
Dinas Perdagangan Sulsel terus mendorong perbaikan dalam sektor ekspor dengan berupaya menjaga stabilitas harga. Serta melakukan bimtek kepada pelaku usaha, utamanya UKM yang terkait dengan produk ekspor.
“Bimtek ini telah kita lakukan di beberapa kabupaten, antara lain Pinrang, Bulukumba, dan Sinjai dalam rangka meningkatkan pemahaman pelaku ekspor dan SDM nya agar supaya Sumber Daya Alam (SDA) yang kita ekspor betul-betul terjaga terus dan konsisten,” urai Ashari.
Tidak sampai di situ, Dinas Perdagangan Sulsel juga menjaga terus ketersediaan produk ekspor secara konsisten serta meningkatkan pola pemasaran produk. Caranya, memfasilitasi pelaku usaha dalam pemeran dagang skala internasional yang digelar di Indonesia.
