MAMUJU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar) juga melakukan penyelidikan terkait pengadaan kapal multifungsi di Unsulbar tahun anggaran 2021.
“Ada juga (kasus) terkait kapal itu masih lidik,” kata Kasi Penkum Kejati Sulbar, Asben di ruang kerjanya, Kamis, 14 September 2023.
Asben menyampaikan sudah ada beberapa saksi yang dipanggil soal kasus dugaan korupsi pengadaan kapal Unsulbar.
Sebelumnya, pada November 2022, Kajati Sulbar, Muh. Naim mengatakan kasus tersebut sedang didalami jajaran intel.
Baca juga:
Pengadaan Kapal Unsulbar dalam Proses Kejaksaan
Sementara itu, PPK pengadaan kapal Unsulbar, Muslimin, mengatakan tidak ada masalah dengan pengadaan tersebut.
Ia mengaku sudah menjalani audit dari Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.
“Kalau menurut saya tidak ada masalah dengan kapal Unsulbar. Sudah diaudit oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek. Sekarang sementara penanganan Kajati Sulbar karena ada LSM yang melapor,” ujar Muslimin.
Ia menjelaskan, saat membuat harga perkiraan sendiri atau HPS, Muslimin meminta perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kapal untuk memasukkan penawaran.
“Berdasarkan itu kami buat HPS untuk ditender,” terangnya.
Baca juga:
Jaksa Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kasus Stadion Manakarra
Untuk diketahui, kapal tersebut diperuntukkan bagi Fakultas Perikanan dan Peternakan Unsulbar.
Sorotan muncul karena kondisi kapal yang ada dianggap tidak sesuai dengan besaran anggaran, yakni sekira Rp 3,5 miliar.
Menurut sumber yang enggan diungkap identitasnya, berdasarkan pelacakan di internet, harga kapal yang ada di Unsulbar dengan kapasitas 3 mesin turbo propeler motor, harganya di kisaran hanya Rp 1,5 miliar.
Kasus ini pun pernah disorot Aliansi Pemerhati Pendidikan Sulbar dalam aksi yang digelar pada 3 Maret 2023.
Baca juga:
Mahasiswa Tuntut Kejati Ungkap Kasus Kapal, Laboratorium hingga Disnatalis di Unsulbar
Saat itu, massa aksi menyebut dugaan korupsi pengadaan kapal dengan nilai Rp3,5 miliar telah dilaporkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.
“Diduga ada mark-up anggaran yang dilakukan oleh pelaku-pelaku yang ada di Unsulbar,”kata Ansar, Ketua HMI Manakarra dalam orasinya.
Kejati Sulbar sebelumnya menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laboratorium Unsulbar tahun anggaran 2020.
