
Ambon (ANTARA) – Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andris mengingatkan jajarannya harus memahami isu global yang berkembang secara dinamis di negara ini setiap saat.
“Yang diutamakan adalah kita harus memahami isu global yang berkembang di negara ini seperti isu pangan, ekonomi maupun kesehatan yang menjadi perhatian khusus jajaran kepolisian,” katanya, di Ambon, Rabu.
Penegasan Kapolda disampaikan saat meninjau kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku di kawasan Mangga Dua Ambon sekaligus melakukan tatap muka dengan jajaran Dit Reskrimsus.
Jenderal polisi bintang dua ini mengingatkan personel Polri untuk senantiasa membaca perkembangan isu global yang terjadi, serta pentingnya menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang unggul.
“Untuk diketahui rekan-rekan bahwa kebijakan Kapolri adalah SDM unggul,” tegas Kapolda dalam kunjungannya didampingi Karo Ops Kombes Pol Wantri Yulianto, Dir Krimsus Kombes Pol Eko Santoso, Dir Narkoba Kombes Pol Cahyo Hutomo, dan Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Syaripudin.
Khusus untuk personel Ditreskrimsus Polda Maluku, mantan Kakor Lantas Polri ini berharap agar senantiasa memberikan pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) sebab marak terjadi penyalahgunaan.
“Penyalahgunaan DD yang sekarang lagi marak di masyarakat dan itu juga termasuk dalam salah satu penekanan Kapolri, sehingga anggota Polri harus hadir dan melakukan pengecekan penggunaan anggaran oleh pemerintah desa,” ujarnya.
Kapolda yakin, personel Dit Reskrimsus sudah dewasa dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya sehingga mereka juga diharapkan mampu memahami dan melaksanakan roda organisasi.
“Yang saya yakini rekan-rekan sudah sangat dewasa dan memahami organisasi, serta melaksanakan dinamika organisasi tersebut dan memberikan motivasi dan gambaran bagi orang orang di bawahnya supaya dipahami,” ujarnya.
Untuk personel Ditresnarkoba, Kapolda juga berharap dapat memberantas peredaran narkotika sebab hal itu merupakan persoalan bersama di Indonesia.
“Ada pun narkotika yang beredar di masyarakat harus menjadi skala prioritas. Ini menjadi penyakit bagi kita semua dari Sabang sampai Merauke,” tandasnya.
Dia juga mengingatkan, Maluku kaya dengan sumber daya alam dan di daerah ini terdapat berbagai hasil tambang, sehingga potensi penambangan liar terbuka luas maka diharapkan potensi ini juga menjadi prioritas.
“Maluku memiliki kekayaan alam seperti pertambangan. Di situ banyak terjadi penambangan liar. Kita harus berusaha untuk memutus mata rantai antara pengepul dan penambang. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua,” tegasnya.
Kapolda berharap dengan evaluasi hari ini bisa dilaksanakan dan menjadi pedoman kerja terbaikpada 2021.
