![]()

Jayapura (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan, hasil ekspor Papua tercatat senilai 530,19 juta dolar AS atau meningkat sebesar 24,96 persen dibanding bulan sebelumnya pada November 2021 senilai 424,28 juta dolar AS.
Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Kamis, mengatakan dilihat dari jenisnya, ekspor setempat pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai 530,19 juta dolar AS.
“Ekspor bulan ini terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai 521,93 juta dolar AS atau dengan kata lain 98,44 persen dari total ekspor Papua,” katanya.
Menurut Adriana, secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-November 2021 adalah senilai 4.046,75 juta dolar AS atau meningkat 167,95 persen dibandingkan total ekspor Januari-November 2020 yang senilai 1.510,24 juta dolar AS.
“Ekspor bijih logam, terak, dan abu (HS26) Papua pada November 2021 senilai 521,91 juta dolar AS, kayu dan barang dari kayu (HS44) senilai 8,26 juta dolar AS,” ujarnya.
Dia menjelaskan tidak terdapat ekspor golongan ikan dan hewan air lainnya (HS03) dan ekspor nonmigas lainnya berupa pakaian bekas dan barang tekstil bekas senilai 0,02 juta dolar AS.
“Ekspor ke enam negara utama pada November 2021 tercatat senilai 400,85 juta dolar AS atau naik sebesar 74,86 persen dibanding nilainya pada Oktober 2021 yang sebesar 229,24 juta dolar AS di mana ekspor ke negara lainnya pada November 2021 senilai 129,34 juta dolar AS,” katanya lagi.
Dia menambahkan negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor adalah Malaysia dengan nilai ekspor senilai 62,50 juta dolar AS, di mana komoditi yang diekspor berupa golongan bijih logam, terak, dan abu (HS26), sementara itu, tidak terdapat ekspor ke negara tetangga Papua Nugini pada November 2021.
