
MAMASA – Pj Bupati Mamasa Muhammad Zain menanggapi kasus dugaan netralitas ASN yang melibatkan Kepala Puskesmas (Kapus) Mehalaan, Fatmawati.
Zain mengatakan sudah berkali-kali mengingatkan jajarannya agar netral di pilkada. Bahkan, ada edaran tertulis tentang hal tersebut.
“Kami sudah mengingatkan berkali-kali dan ada edaran tertulis akan netralitas ASN,” kata Zain, akhir pekan kemarin.
Dirinya pun menyerahkan kasus tersebut kepada Bawaslu Mamasa.
“Nanti Bawaslu yang memprosesnya. lewat Bawaslu, mereka akan mengklarifikasi terkait pidana pilkada,” tegas Pj Bupati Mamasa.
Sebelumnya, Sebelumnya beredar foto Kapus Mehalaan Fatmawati bersama Cabup Mamasa nomor urut 3, Welem Sambolangi. Dalam foto tersebut juga terlihat ada dua orang anak. Mereka berpose dengan menunjukkan 3 jari, diduga merujuk pada nomor urut Welem Sambolangi di Pilkada Mamasa.
Selain foto, beredar pula video Fatmawati dengan terang-terangan menyatakan dukungan terhadap Paslon nomor 3 Pilkada Mamasa sembari menunjukkan 3 jari ala pendukung Welem Sambolangi.
Fatmawati pun mengakui orang di dalam foto dan video tersebut adalah dirinya. Namun, dia mengaku refleks saat berfoto.
“Foto itu saat ada acara keluarga di Mambi, pak Wele mini keluarga, jadi saya waktu itu refleks angkat jari,” akunya, Kamis, 14 November 2024.
Hal ini mendapat sorotan Barisan Milenial Mesakada Pitu Ulunna Salu (BrEM P.U.S).
Koordinator BrEM P.U.S, Aswin Wijaya mengatakan hal tersebut sudah mencoreng institusi ASN yang semestinya menjaga netralitas dalam perhelatan demokrasi
Menurut Aswin, kasus Kapus Mehalaan bukan hanya melanggar kode etik ASN namun juga diduga ada perbuatan pidana.