Penggunaan Dana Desa Saludengen Disorot, Begini Jawaban Kades

Harly

MAMUJU – Penggunaan dana Desa Saludengen, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulbar mendapat sorotan warga.

Baca juga:

Inspektorat Audit Dana Desa Kakullasan, Hasilnya …

Berdasarkan keterangan salah satu masyarakat Saludengen, ada dugaan pelaporan fiktif dan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2022.

Adapun yang disorot, di antaranya program peningkatan jalan usaha tani tahun 2022 di Dusun Saludengen, Desa Saludengen dengan anggaran Rp 114.450.000, diduga tidak terlaksana.

Kemudian, pembangunan talud jalan dan saluran air di lokasi yang sama, dengan anggaran Rp 60.140.000, disebut tidak selesai.

Selanjutnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bulan Desember 2022 belum dibayarkan.

Anggaran bidang olahraga tahun 2022 sebesar Rp 66.243.000 diduga tidak dilaksanakan.

Serta dana Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dari hasil penjualan pasir dan batu diduga tidak jelas peruntukannya.

“Ini hasil investigasi dan penelusuran kami,” ungkap warga yang enggan identitasnya dipublis tersebut.

Masyarakat juga membuat aduan secara tertulis dengan tembusan sejumlah lembaga, seperti Kejagung RI, Kejati Sulbar, Kejari Mamuju, dan Ombudsman.

Aduan masyarakat Desa Saludengen

Menanggapi itu, Kades Saludengen, Harianto, mengatakan, proyek pekerjaan peningkatan jalan usaha tani yang mulai dikerja pada 2022 masih berjalan hingga kini.

“Pekerjaannya masih berjalan karena batas penggunaan dana tahun 2022 itu sampai bulan Maret, sampai penyerahan LPJ,” katanya via telepon, Jumat, 17 Februari 2023.

Pun dengan pembangunan talud dan saluran air, Harianto mengaku proses pengerjaan masih berlangsung.

Ia menarget pekerjaan tersebut akan rampung 15 hari ke depan.

Untuk BLT, dia menegaskan sudah merealisasikan pembayaran dari Januari hingga Desember 2022.

Hal sama juga untuk program olahraga. Harianto menyebut sudah merealisasikan kegiatan itu lewat belanja pengadaan seragam dan bola.

“Bahkan sudah digunakan saat perayaan 17 Agustus tahun 2022,” jelasnya.

Sementara dana LKMD, kata Harianto, dikelola oleh salah satu yang dituakan di kampung.

Ia mengklaim dana itu digunakan untuk kegiatan di desa yang penganggarannya tidak ada di dalam kegiatan dana desa.

Kades Saludengen pun memastikan pertanggungjawaban administrasi lengkap.

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer