Meninggal Dengan Status PDP Covid-19, Warga Asal Mamuju Tengah Dimakamkan Sesuai Prosedur WHO

Meninggal Dengan Status PDP Covid-19, Warga Asal Mamuju Tengah Dimakamkan Sesuai Prosedur WHO

Mamuju Tengah, berandarakyat.com – Salah seorang warga asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Prov. Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jum’at (3/4/2020) sore dinyatakan meninggal dunia. Orang tersebut diketahui berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 oleh Dinkes Prov. Sulbar.

Jenazah wanita berinisial NH itu langsung dimakamkan di samping rumah duka di Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong-Budong, Kab. Mateng pada Sabtu (4/4/2020) dini hari setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Regional Sulbar.

Direktur RS Regional Sulbar, dr. Indahwati Nursyamsi menyatakan bahwa pemakaman jenazah NH menggunakan prosedur pemakaman pasien positif Covid-19, yakni jenazah dibungkus kedalam plastik dan dimasukkan ke peti, sesuai protokol WHO dengan pengamanan aparat Kepolisian dan TNI.

“Almarhum (NH) dimakamkan sesuai SOP Covid-19 dan statusnya PDP. Itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Indah.

Menurut dia, untuk kepastian penyebab korban meninggal dunia masih menunggu tes swab.

“Tes swab ini merupakan pengambilan sampel spesimen lendir di saluran pernapasan yang akan diuji di laboratorium dan diperkirakan sekitar 7 hari sejak korban meninggal dunia,” tutur Indah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mateng, Rahmat Syam menjelaskan bahwa warga tidak perlu takut untuk menerima dan menguburkan jenazah akibat status PDP tersebut karena prosedur dan protokol kesehatan jelas bagi korban PDP.

“Ada beberapa tahapan yang dilakukan rumah sakit (terhadap jenazah), pertama akan disemprot disinfektan, dibalm atau balsem, dibungkus plastik, ditutup peti dan itu dipastikan aman,” jelas Rahmat yang hadir dalam prosesi pemakaman NH.

Ia menambahkan beberapa himbauan agar warga tetap waspada dan menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, ia juga menganggap prosesi pemakaman yang berjalan sesuai prosedur berkat dukungan pihak keluarga almarhumah dan seluruh masyarakat Desa Pontanakayyang.

“Saya sampaikan apresiasi untuk warga Pontanakayang ini artinya masyarakatnya sudah berfikir lebih maju,” tegasnya.

(Tukiman)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )