MAMASA – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN S/M) Provinsi Sulbar menawarkan tiga opsi kepada Pemda Kabupaten Mamasa, sebagai solusi untuk SDN 010 Saluang.
SDN 010 Saluang sempat menghebohkan warganet lantaran dua muridnya mengadu ke Presiden Joko Widodo. Mereka mengaku kurang mengikuti proses belajar karena guru jarang hadir.
Baca juga:
Data Janggal SDN 010 Saluang, Sekolah Viral yang Dikunjungi Pj Gubernur Sulbar
Pj Gubernur Akmal Malik saat berkunjung ke sekolah tersebut menemukan sejumlah fakta, salah satunya murid SDN 010 Saluang ternyata hanya memiliki 11 siswa aktif.
Secara aturan, jumlah murid tersebut tidak layak untuk beroperasinya suatu sekolah.
Ketua BAN S/M Sulbar, Amran HB pun merekomendasikan tiga opsi yang dianggap bisa menjadi solusi bagi SDN 010 Saluang.
Pertama, Pemda Mamasa melalui Disdikbud meninjau kembali keberadaan sekolah tersebut.
“Karena dari sisi syarat, tidak memenuhi kalau hanya 11 siswanya. Tidak memenuhi unsur satu rombongan belajar,” buka Amran.
Kedua, SDN 010 Saluang dilebur ke sekolah terdekat yang lebih mapan. Hal itu demi menjaga hak warga sekitar untuk mendapat pendidikan yang layak.
Opsi ketiga, lanjut Amran, Pemda Mamasa mengubah status sekolah, dari sekolah dasar negeri menjadi sekolah dasar kecil.
“Kalau SDK, bisa. Dengan pertimbangan jauhnya jarak ke sekolah yang lebih mapan,” tutupnya.
