![]()

Sentani (ANTARA) – Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengajak pemuda di daerah ini untuk menjaga dan melindungi Cagar Alam Pegunungan (CAP) Cycloop dari perambahan liar.
“Cycloop harus kita jaga bersama, bukan hanya pemerintah melalui dinas terkait, tetapi peran generasi muda untuk menjaganya juga diperlukan,” kata Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo saat dihubungi ANTARA di Sentani, Minggu.
Menurut Penjabat Bupati, CAP Cycloop kalau tidak dijaga, hutannya ditebang, dibakar dan diubah fungsinya secara terus-menerus menjadi lahan perkebunan, maka banjir seperti 2019 bisa terulang.
“Fungsi pohon akarnya menjaga air supaya tidak bisa turun ke daerah lebih rendah dengan jumlah yang banyak, apalagi kalau musim hujan dengan intensitas lebat,” ujarnya.
Banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada 16 Maret 2019 menimbulkan korban jiwa 105 orang dan 4.000 orang mengungsi.
Dia menjelaskan warga perlu untuk terus diingatkan supaya tetap menjaga lingkungan tidak hanya di CAP Cycloop, tetapi kebersihan kali pun perlu untuk dijaga.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai atau kali jangan menebang pohon dan membuang sampah ke sungai atau kali karena akan berakibat pendangkalan sungai dan menyebabkan banjir,” katanya.
Dia menyebut perambahan masih dilakukan hingga saat ini, karena pengawasan dari warga adat pemilik lahan dan instansi terkait masih sangat kurang.
“Untuk menjaga lingkungan dan kawasan cagar alam Cycloop perlu dukungan dari seluruh komponen warga terutama adat, tanpa dukungan mereka maka reboisasi akan percuma,” ujarnya.