MAMUJU – Badan Geologi Kementerian ESDM kembali melakukan penyelidikan potensi kandungan mineral logam tanah jarang atau LTJ di dua wilayah, yakni Desa Rantedoda dan Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Sebelumnya, pemerintah sudah menemukan unsur logam langka itu di Desa Takandeang, Mamuju. Badan Geologi ESDM pun telah mengusulkan wilayah tersebut dijadikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) LTJ yang pertama di Indonesia.
Baca juga:
Mamuju jadi WIUP ‘Harta Karun’ Pertama di Indonesia, Hatta Kainang Ingatkan Pemerintah soal Ini
Penyelidikan di Rantedoda dan Taan akan dilakukan dengan metode geologi dan geokimia.
“Jadi kami saat ini baru melakukan koordinasi lebih awal dengan instansi terkait dan pemerintah daerah dalam rangka kegiatan penyelidikan umum dengan lokasi yang berbeda dari sebelumnya, akan tetapi masih di Kabupaten Mamuju,” kata Ketua Tim Teknis Badan Geologi Kementerian ESDM, Dzil Mulki Heditama saat mengunjungi Dinas ESDM Sulbar, Selasa, 30 Januari 2024.
Kegiatan tersebut diagendakan di akhir Februari dan Juni tahun 2024 ini.
Baca juga:
Jatam Sorot Usulan Penetapan WIUP Logam Tanah Jarang di Mamuju
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Mohammad Ali Chandra menyambut baik rencana Badan Geologi di Desa Rantedoda dan Taan tersebut.
“Sejak adanya informasi hasil kegiatan prospeksi penyelidikan umum mineral LTJ di Takandeang, kami terus melakukan pengayaan informasi tersebut secara teknis. Kami berharap dengan kegiatan lanjutan pada lokasi yang lain ini, nanti akan memberikan tambahan data bagi Pemerintah Provinsi Sulbar,” ujar Ali Chandra.
Dalam diskusi dengan Tim Teknis Badan Geologi Kementerian ESDM dan Bidang Geologi Dinas ESDM Sulbar, diketahui bahwa dengan adanya usulan WIUP LTJ oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, maka pemerintah provinsi akan mempersiapkan beberapa hal penting, antara lain segera berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PUPR, khususnya dalam rancangan pembahasan RTRW provinsi.
“Dalam waktu dekat ini kami mendapatkan undangan terkait dengan RTRW. Untuk WIUP LTJ, kami akan segera lakukan koordinasi dengan instansi terkait,” jelas Ali Chandra.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Teknis Badan Geologi Kementerian ESDM RI menyerahkan secara simbolis laporan akhir prospeksi LTJ dengan metode pengeboran dangkal di daerah Takandeang. (**)

