“Kami tidak menyalahkan Lembaga Hadat karena yang namanya tokoh hadat siapa pun yang datang dirumahnya pasti diterima tetapi yang kami sesalkan adalah pembangian amplop di rumah ketua Lembaga Hadat dan bagi masyarakat Mamasa, cara itu sama halnya dengan menghina dan menonai hadat di Kabupaten Mamasa,” tegas Yahuda Salempang, Sabtu (13/1/2024).
Menurutnya, Masyarakat Kabupaten Mamasa memiliki peradaban yang sangat bagus di bawah tatanan kehidupan kehadatan sehingga para tokoh-tokoh hadat mestinya dihargai dan disegani.
“Apa yang dilakukan beberapa orang di rumah Ketua Lembaga hadat kemarin makin memicu kemarahan masyarakat. Waktu saya perlihatkan amplop dihadapan masyarakat yang sedang aksi, mereka menangis karena sedih tokoh-tokoh hadat yang selama ini mereka sangat hargai diberlakukan seperti itu,” ucap Yahuda.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Hadat Kabupaten Mamasa, Soleman Puanglangi menceritakan kronologi pembagian amplop di rumah Ketua Lembaga Hadat Kabupaten Mamasa.
Soleman mengatakan, pada hari Kamis, 11 Januari 2024 pada siang hari di kediaman Ketua Lembaga Hadat Bapak Benyamin Matasak di Buntuk Kasisi, Desa Osango, Kacamatan Mamasa usai makan siang berapa orang yang datang membagikan amplop.
“Awalnya mereka menghubungi beberapa tokoh agar datang ke rumah Ketua Lembaga Hadat untuk memengaruhi ketua Lembaga hadat agar mengeluarkan undangan kepada orang-orang tua untuk rapat. Kemudian teman bisik saya bahwa ada orang kumpul di rumah pak Ketua, lalu saya bergegas ke sana. Sampai di rumah ketua, saya dapat orang sedang makan, saya tanyak ada kegiatan apa mengapa ada rapat saya tidak diundang tetapi mereka bilang tidak ada rapat hanya mau bicara sama pengurus lembaga hadat untuk mengundang semua pengurus lembaga hadat melakukan pertemuan. Saya bilang mau rapat apalagi karena lembaga hadat sudah rapat bersama pengurus aliasni masyarakat hadat Mamasa dan sudah ada keputusan. Jadi kami sepakat tidak akan ada pertemuan dalam waktu dekat ini karena sudah ada rapat kemarin dan sudah ada keputusan,” terang Soleman.
Lanjut Soleman menceritakan, usai makan siang, orang yang hadir membubar diri dan beberapa tamu yang hadir di rumah ketua lembaga hadat membagikan amplop, hanya saja semua pengurus lembaga hadat tidak ada yang terima.
“Saya juga dikasi tetapi saya bertanya ini dari mana. Dia bilang dari seseorang berterimakasi karena orang tua sudah bertemu, lalu saya bilang mengapa berterimakasih karena kan ini tidak ada keputusan. Saya bilang selama ini sudah bertahun-tahun lembaga hadat di Kabupaten Mamasa baru kali ini ada yang menjadi sponsor. Amplop itu saya simpan untuk saya jadikan bukti sebagai dugaan upaya untuk menyuap lembaga hadat,” sambung Soleman.
Tekait sumber uang yang dibagikan, Soleman mengatakan, katanya dari seseorang berinisial “S” yang selama ini mengaku sebagai keluarga Pj Bupati Mamasa yang baru.
“Mereka yang hadir di rumah ketua lembaga hadat sekitar delapan orang dan ada yang mengaku uang itu dari ” S” seseorang yang selama ini mengaku keluarga pak Pj baru,” kata Soleman.
