“Kita juga berharap, jangan sampai masyarakat mengungsi karena mengharapkan itu (bantuan).”
MAMUJU – Marah, sedih, kecewa. Mungkin itu yang dirasakan warga Mamuju pascapernyataan Pj Gubernur Akmal Malik di salah satu media.
Kalimat singkat namun mengundang polemik berkepanjangan. Gelombang kritik dari berbagai kalangan menggulung jua.
Dirjen Otda Kemendagri itu dikecam karena dianggap melukai hati korban bencana.
Hingga surat cinta pun lahir.
Surat yang menggambarkan kekecewaan warga Tapalang, Mamuju, namun dimbumbuhi dengan kata CINTA.
Dalam surat tersebut, warga menegaskan tidak membutuhkan bantuan dari Pj Gubernur Sulbar.
Masyarakat bukannya mengungsi karena butuh bantuan, tapi takut reruntuhan.

Salah satu warga, Muklis mengatakan memutuskan untuk mengungsi pascagempa 8 Juni, karena masih trauma dengan efek gempa bumi di awal 2021 lalu.
“Kami sangat trauma dengan gempa 1 tahun lalu. Dan, bahkan rumah kami sampai saat ini sangat tidak layak huni, retak sana sini,” kata Muklis.
“Jadi sama halnya kami bunuh diri kalau kami bertahan dalam rumah. Intinya kami sangat trauma,” sambungnya.
Muklis menyatakan, surat dari warga Tapalang itu merupakan bentuk kekecewaan kepada Pj Gubernur Sulbar
Apakah Akmal Malik sudah sudah tahu soal rasa sakit warga itu? Entahlah.
Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pihak Rujab Gubernur Sulbar.
Namun begitu, semoga saja, surat cinta untuk Akmal ini suatu saat bisa menjadi makna harfiah.
