
MAMUJU – Baru-baru ini Polda Sulbar melakukan penyitaan sejumlah rokok yang dianggap ilegal. Masyarakat dengan tingkat ekonomi ke bawah pun merasa resah.
Eka Mas Putra, warga Desa Sisango, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, berharap ada perhatian dari pemerintah atas masalah tersebut.
Menurut Eka, di tengah kondisi perekonomian saat ini, masyarakat sangat membutuhkan barang-barang yang harganya terjangkau.
“Termasuk rokok ini, saya sudah lama mengonsumsi. Harganya sangat terjangkau, membantu kami masyarakat miskin,” kata Masno, sapaan akrab Eka Mas Putra, Selasa, 10 Juni 2025.
Rokok murah ini, lanjut Masno, dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Bahkan, rokok tersebut sangat laris manis jika ada acara hajatan atau pada masa kampanye politik.
Sementara itu, warga asal Kabupaten Mamasa, Junaedi, menegaskan, ada potensi terjadi gejolak besar di masyarakat jika rokok murah berhenti beredar.
“Saya bisa pastikan jika mayoritas masyarakat adalah perokok, dan mungkin 80 sampai 90 persen itu konsumen rokok yang harganya terjangkau. Bayangkan jika ini tidak dijual lagi,” ungkap Junaedi.
Junaedi mengaku bahwa rokok seperti Gess, Rocker, Pinos, dan roko murah lainnya, selain membantu konsumen, juga berdampak positif pada pelaku usaha kecil.
“Pengusaha kios-kios kecil itu dagangannya laris manis karena rokok murah ini. Jelas jika ditarik dari pasaran, akan berdampak besar juga secara ekonomi,” ujarnya.
Dirinya pun berharap ada solusi yang memperhatikan kebaikan bersama dari pemerintah, terkait rokok murah tersebut.
