Pemkot Mataram komitmen turunkan level PPKM

admin

Mataram (ANTARA) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkomitmen turun level dari zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga menjadi level dua.

“Komitmen kita saat evaluasi Satgas COVID-19  Nasional pada 23 Agustus 2021, Kota Mataram bisa turun level jadi daerah dengan status PPKM level dua,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.   

Dikatakan, komitmen tersebut telah diaplikasikan dalam beberapa pekan ini dengan memperkuat langkah koordinasi bersama jajaran TNI/Polsi dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tujuannya, agar berbagai intervensi pandemi COVID-19 sebagai parameter menurunkan level PPKM bisa ditingkatkan dalam setiap pelaksanaan di lapangan.

Misalnya, upaya peningkatan cakupan vaksinasi, sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19, serta menyiapkan tempat atau rumah sakit darurat (RSD) COVID-19 sebagai isolasi terpusat bagi pasien tanpa gejala.

“Sekarang, Satgas COVID-19 Kota Mataram menyarankan pasien COVID-19 tanpa gejala melakukan isolasi terpusat. Tidak lagi isolasi mandiri di rumah untuk mencegah munculnya klaster keluarga,” katanya.

Apalagi, lanjut Swandiasa yang juga menjadi Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Mataram, jika rumah pasien COVID-19 tidak memenuhi kriteria sebagai tempat isolasi mandiri.

“Karena itu, kita sarankan masyarakat tidak lagi melakukan isolasi mandiri. Tapi memanfaatkan fasilitas RSD COVID-19 yang telah disiapkan pemerintah kota sehingga pengawasan kondisi kesehatan pasien bisa terpantau maksimal,” katanya.

Selain itu, peran dari satgas kecamatan dan kelurahan dioptimalkan begitu juga dengan 325 kepala lingkungan harus tetap dilibatkan dalam upaya pencegahan COVID-19 serta pemantauan pasien isolasi mandiri.

“Dengan demikian, basis data pasien COVID-19 baik yang dirawat di rumah sakit, RSD COVID-19 maupun isolasi mandiri bisa diperbaharui setiap saat. Kepala lingkungan harus aktif lapor warganya yang sudah selesai isolasi mandiri,” katanya.

Lebih jauh Swandiasa mengatakan, kondisi perkembangan COVID-19 di Kota Mataram saat ini terus membaik. Bahkan dari 325 lingkungan di Mataram saat ini hanya empat lingkungan berstatus zona merah atau memiliki kasus COVID-19 di atas lima orang. Sementara sekitar 60 persen lingkungan sudah zona hijau, sisanya masuk zona oranye dan kuning.

Data tim kewaspadaan COVID-19 Provinsi NTB, Selasa (17/8-2021) menyebutkan tambahan pasien COVID-19 untuk Kota Mataram sebanyak 35 orang dan 56 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, serta tiga orang meninggal dunia.

Dengan demikian, jumlah pasien yang masih isolasi sebanyak 426, sembuh 5.596 dan 200 orang meninggal dunia dari total kasus 6.222.

 

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer