MAMUJU – Berbagai masalah terkait pelayanan pasien terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju. Publik pun menagih janji dr. Sita Harit Ibrahim sebagai orang nomor satu pada lembaga pelayanan milik pemerintah daerah tersebut.
Aktivis Sulbar Bergerak, Ongki Prayudi mengatakan, setahun lalu dr. Harit pernah mengaku akan menjadikan RSUD Mamuju sebagai garda terdepan dalam pelayanan terhadap masyarakat.
“Katanya akan mengembangkan pelayanan dan memperbanyak kamar operasi,” ujarnya, Minggu, 13 November 2022.
Namun, Ongki menganggap, janji itu hanya sebatas di bibir saja.
Jangankan menambah kamar operasi, pelayanan terhadap pasien saja, sambung Ongki, tidak maksimal.
Dirinya pun menyinggung soal kasus kematian bayi hingga kurangnya pelayanan terhadap seorang pasien lanjut usia di RSUD Mamuju.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bukti kurangnya manajemen rumah sakit.
Untuk itu, Ongki Prayudi mendesak Bupati Mamuju segera mencopot dr. Harit Ibrahim dari jabatan Direktur RSUD Mamuju.
“Bupati harus mencopot Sita Harit Ibrahim dari jabatannya sebagai direktur RSUD Mamuju karena jelas-jelas sudah membohongi publik, pascamengkampanyekan janji-janji manisnya di tahun lalu. Ini adalah catatan yang buruk sekali selama adanya pelayanan kesehatan di RSUD Mamuju,” jelas Ongki.
Menurut Ongki, mencopot dr. Harit dari jabatan direktur adalah bukti Bupati Siti Sutinah Suhardi masih berpihak kepada rakyat kecil.
