MAMUJU – Beasiswa Manakarra adalah program yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju untuk meningkatkan taraf pendidikan di daerah.
Salah satu yang merasakan manfaat dari program tersebut ialah Falora, mahasiswi asal Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Sebagai anak seorang petani, Falora mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.
Dia pun menceritakan perjuangannya hingga bisa mendapatkan Beasiswa Manakarra.
Saat itu, dirinya memasukkan pengajuan beasiswa program studi S2 ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju.
“Pengajuannya saya antar langsung ke dinas pendidikan,” cerita Falora kepada Berandarakyat.com, Selasa, 13 September 2022.
Adapun kategori penerima beasiswa, antara lain kuliah di universitas negeri, kampusnya diakui, dan jurusannya dibutuhkan oleh daerah.
Falora yang memang ingin melanjutkan program S2 jurusan Agribisnis di Universitas Hasanuddin (Unhas) itupun lolos sebagai penerima Beasiswa Manakarra.
Dia mengaku bersyukur menjadi salah satu penerima beasiswa program S2 sebesar Rp 20 juta. Meskipun, estimasi biaya yang diajukan Falora dalam proposalnya berkisar Rp 85,25 juta.
“Untuk kebutuhan di Unhas itu saya estimasi 85.250.000, sudah termasuk biaya hidup selama 2 tahun,” ujarnya.
Falora berharap program Beasiswa Manakarra bisa berlanjut di tahun 2022 ini. Pasalnya, ia saat ini sudah masuk tahap penyelesaian.
Apalagi, menurut Falora, aturan pemberian beasiswa ini hanya maksimal 2 tahun.
“Kalau program ini tidak berlanjut, kita juga pusing. Apalagi bupati bilang maksimal 2 tahun, kalau lebih dari itu beasiswanya selama 2 tahun itu harus dikembalikan,” curhatnya.
Tahun ini, Pemkab Mamuju melalui Disdikpora kembali mengalokasikan Rp 3 miliar Beasiswa Manakarra untuk tingkat pendidikan SD, SMP, serta program S1 dan S2.
