MAMUJU – Stunting merupakan salah satu masalah krusial di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 prevalensi stunting Provinsi Sulbar 35,0%. Angka itu hanya kalah dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menempati urutan pertama prevalensi stunting tertinggi se-Indonesia.
Masalah ini pun masuk dalam program strategis Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif yang dikemas dalam permasalahan 4 plus 1.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, penanganan stunting harus dimulai dari keluarga.
Baca juga:
Pj Gubernur Tunjuk Bapperida Sulbar jadi Koordinator IGA
Junda mengatakan orang tua harus selalu memastikan kesehatan anak dalam kondisi baik.
“Penanganan stunting haruslah dimulai dari keluarga. Orang tua harus selalu memastikan kesehatan anak dalam kondisi baik,” ungkap Junda Maulana, Jumat, 12 Januari 2024.

