Kasus Penganiayaan oleh Oknum Bhayangkari di Mamasa Berujung Damai

Harly

MAMASA – Kasus penganiayaan yang melibatkan empat oknum anggota Bhayangkari di Mamasa berujung damai.

Korban dan pelaku sepakat berdamai setelah melalui prosesi adat.

Kedua pihak pun sudah dipertemukan di ruang Satreskrim Polres Mamasa.

“Saya atas nama pribadi dan mewakili tiga teman saya meminta maaf kepada saudari Antyka (korban) atas kesalahan kami, atas perbuatan kami, atas kesalahpahaman kami,saya berharap semua damai hari ini,” tutur Indar Dewi Sartika, salah satu pelaku pengeroyokan, Jumat, 10 November 2023.

Kabag Operasi (Ops) Polres Mamasa, AKP Dedi Yulianto menjelaskan, pihak korban dan pelaku sudah menandatangani perjanjian damai secara tertulis, sekaligus mencabut laporan di polisi.

Sementara itu, korban penganiayaan, Antyka Nurdian mengaku memaafkan perbuatan pelaku berdasar kasih dan pengampunan terhadap sesama.

Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Saya sebagai korban sudah memaafkan perbuatan mereka,semoga tidak terulang lagi baik kepada saya maupun kepada orang lain. Saya orang Mamasa memegang teguh tradisi dan kebiasaan, terlebih memiliki kasih dan pengampunan terhadap sesama,” ungkap Antyka.

Diberitakan sebelumnya, perempuan bernama Maryam Nurdianti Simon alias Antyka Nurdian diduga menjadi korban penganiayaan empat orang oknum Bhayangkari di salah satu warung di kota Mamasa, pada Senin, 30 Oktober 2023 lalu.

Antyka yang berprofesi sebagai jurnalis mampir di warung pelaku untuk makan siang usai meliput aksi demo di kantor BPKD Kabupaten Mamasa, Senin (30/10) sekira pukul 14:30 Wita.

Dia ke warung bersama seorang rekannya sesama jurnalis.

Warung milik oknum polisi tersebut memang menjadi tempat wartawan di Mamasa sering berkumpul.

“Di warung itu hanya ada oknum polisi, katanya warungnya baru saja buka,” kata Antyka.

Belum sempat makan, Antyka dikejutkan kedatangan istri oknum polisi bersama tiga rekannya yang kesemuanya diketahui merupakan anggota Bhayangkari Polres Mamasa.

Para pelaku langsung menyerang Antyka secara membabi buta, tanpa memberi kesempatan dirinya berbicara.

Antyka pun menderita luka di bagian wajah.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer