MAJENE — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat St. Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan STAIN Majene, bertempat di Auditorium TIPD, Lantai 5 STAIN Majene, Kamis (7/5/2026).
Dialog Kebangsaan dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan kebangsaan bagi generasi masa depan menuju Indonesia Emas serta membentuk sumber daya manusia yang berkarakter dan bebas dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Mengusung tema “Merajut Kembali Benang Kebangsaan, Memetik Hikmah, Menjaga Harmoni dari Arus Perpecahan”, kegiatan ini menjadi wadah penguatan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat Muh. Darwis, Ketua STAIN Majene Prof. Wasilah Sahabuddin, Dosen STAIN Majene Prof. Muliadi, peneliti jaringan terorisme Rida Hesti Ratnasari, serta sejumlah tamu undangan lainnya dari unsur pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut, St. Suraidah Suhardi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan dialog kebangsaan ini.
“Terima kasih untuk kegiatan yang luar biasa ini. Semoga diskusi kita mengenai kebangsaan ini menjadi pemicu semangat kita untuk selalu menjaga keberagaman, baik di Indonesia secara umum maupun di Sulawesi Barat secara khusus. Karena kita tahu, dengan keberagaman maka kita menjadi utuh. Bukan keseragaman, tetapi keberagamanlah yang mengikat kita dan memberikan warna untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama sebagai modal utama dalam membangun bangsa yang damai dan maju menuju Indonesia Emas. (**)

