MAMUJU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyebut ada enam Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Sulbar menjadi penggerak kurikulum merdeka belajar.
Sekolah tersebut, di antaranya SMAN 2 Majene, SMAN 1 Pamboang, SMAN 1 Wonomulyo, SMAN 1 Malunda, SMAN 2 Buntu Malangka, SMAN 1 Aralle.
Ini merupakan tahun kedua SMAN 2 Majene dan SMAN 1 Pamboang menjadi sekolah penggerak. Sementara empat lainnya baru mendapat status penggerak tahun ini.
Anehnya, tak ada satu pun sekolah asal Kabupaten Mamuju yang masuk daftar tersebut. Kabupaten Mamasa justru punya dua wakil, yakni SMAN 2 Buntu Malangka dan SMAN 1 Aralle.
Kepala Bidang Pendidikan SMA Disdikbud Sulbar, Muhammad Faezal, mengatakan, penetapan sekolah penggerak kurikulum merdeka berdasar pada hasil tes wawasan kepala sekolah.
“Untuk Mamuju calonnya masih berlangsung, ada SMA 1,2,3 Kalukku, dan SMA 1 Mamuju,” kata Faezal, Kamis, 30 Juni 2022.
Sekadar diketahui, kurikulum merdeka belajar merupakan pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespons dampak dari pandemi Covid-19.
Menurut Faezal, kurikulum merdeka belajar adalah reformasi pembelajaran di mana penerapannya berpusat kepada peserta didik secara praktik.
