Mamuju Tengah, berandarakyat.com – Imbas dari mewabahnya virus corona disejumlah daerah di Indonesia berdampak pada lesunya perekonomian masyarakat, khususnya pedagang di pasar. Transaksi jual beli di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menurun mengakibatkan kondisi pasar terlihat lengang dan sepi pembeli. Selain itu, dampak pandemi Covid-19 (virus corona) menyebabkan harga sembako dan sayur-sayuran juga mengalami kenaikan.
Seperti pengakuan dari salah satu pedagang di pasar Lumu Kecamatan Budong-budong, Mulyadi yang mengaku bahwa pasar sepi sejak satu minggu yang lalu, terlebih harga kebutuhan pokok naik terutama gula pasir, bawang putih dan jahe.
“Pembeli menurun tidak seperti biasanya, ditambah adanya isu virus (Covid-19), menyebabkan warga enggan ke pasar,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi di pasar tradisional Lumu pada Rabu (1/4/2020) pagi.

Dari pantauan awak media berandarakyat.com di pasar tradisional Lumu, sejumlah pedagang mengeluh karena tidak ada pembeli, hanya ada beberapa orang saja yang terlihat melakukan transaksaksi jual beli di pasar tersebut.
“Sepi mas hari ini, tidak ada pengunjung dan pembeli,” ucap salah satu pedagang lainnya, Mastam.
Wabah Covid-19 seperti diketahui bersama menyebabkan perekonomian sedikit lumpuh karena banyak aktifitas yang ditutup untuk menghindari terjadinya kepadatan massa. Namun secara umum, harga sembako sampai saat ini ada yang naik dan turun, dalam artian masih dalam relatif stabil. Terkait dengan naiknya harga gula khususnya yang telah menyentuh Rp. 20.000/kg, hal tersebut diduga akibat adanya impor gula yang terhambat akibat pandemi Covid-19 sehingga kebutuhan gula masyarakat tidak mampu terpenuhi.
(Tukiman)
