MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bekerja sama sejumlah instansi bakal menggelar pemberian tablet tambah darah kepada ribuan remaja putri.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 10 hingga 11 Mei 2022. Program minum tablet tambah darah ini sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Ketua TP PKK Sulbar yang juga ketua panitia kegiatan, Andi Ruskati Ali Baal, mengatakan, tablet penambah darah akan diberikan kepada remaja putri berusia 12 sampai 18 tahun.
Sasarannya adalah siswi sekolah tingkat atas.
Menurut Andi Ruskati, remaja putri sebagai calon ibu harus diberi asupan vitamin yang memadai. Selain itu, juga untuk menjamin kesehatan dalam menjalani proses pendidikan.
Hal ini penting demi menjaga generasi Sulbar dari stunting.
Seperti diketahui, Sulbar merupakan provinsi kedua tertinggi kasus stunting di Indonesia.
“Jadi kita perbaiki hulunya, calon ibu. Harus sehat dulu baru pintar,” ungkap Andi Ruskati di Rujab Gubernur Sulbar, Minggu, 8 Mei 2022.
Untuk itu, kata Andi Ruskati, pemberian tablet tambah darah tersebut dilakukan pada momentum Hardiknas karena bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dia menjelaskan, tablet tersebut diberikan oleh Kementerian Kesehatan dengan cuma-cuma.
“Jadi ini gratis ya, dari kementerian. Tidak ada biaya keluar.”
Pihaknya menargetkan 35 ribu tablet untuk remaja putri di Sulbar.
Jika target tersebut berhasil, Provinsi Sulbar berpeluang memecahkan rekor MURI minum tablet tambah darah terbanyak se-Indonesia.
Olehnya, anggota DPR RI itu mengajak semua pihak ikut menyukseskan program tersebut.
Program pemberian tablet tambah darah ini pun mendapat dukungan DPRD.
Ketua DPRD Sulbar, Siti Suraidah Suhardi menjelaskan bahwa tablet tambah darah memang perlu untuk mencegah stunting.
“Remaja putri sebelum memasuki masa menikah harus mendapat suplai tambah darah. Selain mencegah stunting, ini juga untuk mencegah risiko kematian ibu dan bayi. Jadi menurut saya program ini harus disukseskan,” jelasnya.
Senada itu, Ketua Komisi IV, H. Sudirman menyebut, mutu pendidikan suatu daerah ditunjang dari asupan gizi anak didik.
Olehnya, kata Sudirman, Pemprov Sulbar melalui dinas pendidikan menjadikan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri sebagai program di momentum Hardiknas.
“Pemberian vitamin ini penting agar anak juga bisa berpikir cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pemberian tablet tambah darah akan dilakukan serentak di beberapa titik di Sulbar. Untuk Kabupaten Mamuju digelar di SMKN 1 Mamuju, MAN, dan SMAN 1 Mamuju.
