MAMASA – Keluarga Almarhum Porepadang meminta dukungan Bupati Mamasa agar kasus pembunuhan di Aralle tersebut segera terungkap.
Tak tanggung-tanggung, keluarga besar Porepadang membentuk kelompok yang dinamakan Delegasi Massebambangam.
Delegasi tersebut bertugas mengkoordinasikan permintaan keluarga ke pemerintah daerah maupun kepolisian.
“Kami sebagai delegasi diberi mandat dari keluarga besar untuk menemui bapak bupati agar membantu pihak kepolisian mengungkap kasus pembunuhan pasutri di Aralle,” ungkap Ketua Tim Delegasi Massebambangam, Heppy Yoyada, saat bertemu Bupati Ramlan Badawi, belum lama ini.
Pihaknya menyebut peristiwa pembunuhan terhadap Porepadang dan istrinya itu telah meresahkan masyarakat, dan bisa berpotensi terjadi gejolak.
Sementara itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengklaim telah mendorong pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut.
Baca juga:
Kapolda Sulbar Buka-bukaan soal Penyidikan Kasus Aralle
Bahkan, Ramlan mengaku, posisinya saat ini bukan hanya sebagai pemerintah, namun juga keluarga.
“Bagaimanapun juga, saya adalah bagian dari keluarga dan kejadian ini terjadi di Aralle yang merupakan kampung saya. Sebagai kepala daerah saya bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Mamasa,” jelasnya.
Ramlan menyampaikan dukungan terhadap pihak keluarga demi terbukanya misteri pembunuhan Porepadang.
“Asal kita lakukan sesuai aturan hukum. Soal kuasa hukum saya siap membantu pendanaan,” katanya.
Sebelumnya, keluarga besar Porepadang melakukan pertemuan akbar di Desa Bumal, Kecamatan Bumal, Mamasa, pada 1 Oktober lalu.
Temu akbar yang dihadiri sekira 500 orang ini mencetuskan pembentukan Delegasi Massebambangam untuk mengawal kasus pembunuhan terhadap Porepadang.

