Mamuju, berandarakyat.com – Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalumpang Raya (Hipmakar) Sulawesi Barat kembali datangi kantor DPRD Kabupaten Mamuju, Jum’at (9/4) pagi. Dipimpin oleh Aco Riswan, kedatangan Hipmakar kali ini tidak hanya menanyakan kembali terkait kejelasan masalah wacana masuknya perkebunan sawit, melainkan juga tentang keberadaan tambang mangan di Kecamatan Bonehau.
“Kedatangan kami di DPRD ingin menanyakan kejelasan masalah sawit di Bonehau. Selain itu kami juga mempertanyakan kejelasan kontribusi dari perusahaan tambang mangan yang selama ini beroperasi di Bonehau,” ujar Aco dalam orasinya.
Hadirnya tambang mangan, lanjut Aco, dianggap belum banyak memberikan dampak, khususnya pada sektor perekonomian masyarakat Bonehau.
“Sehingga kami tidak ingin daerah kami diambil hasil buminya namun tidak ada kontribusi dari perusahaan,” lanjutnya.
Tidak lama setelah berorasi, massa aksi Hipmakar akhirnya ditemui oleh Sekwan Mamuju, Lukman Sanusi. Dihadapan massa aksi, Lukman mengatakan bahwa para anggota DPRD Mamuju sedang tidak ada ditempat karena adanya agenda reses ke daerah.

“Anggota dewan saat ini sedang tidak ada. Saya juga tidak berani menjawab tuntutan rekan-rekan karena bukan kapasitas saya,” jelas Lukman.
Lukman-pun menyarankan kepada Hipmakar untuk menyurat kepada DPRD sehingga aspirasi yang inging disampaikan bisa diagendakan melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Insya Allah aspirasi dari rekan-rekan akan direspon secepatnya,” lanjut Lukman.
Menyikapi hal tersebut, Hipmakar bersedia mengagendakan ulang penyampaian aspirasi melalui forum RDP dengan syarat pihak DPRD Mamuju menghadirkan seluruh stakeholder terkait, mulai dari OPD hingga Pemerintah desa. Aco berharap, pihak DPRD bisa menjembatani permasalahan yang ada di Bonehau, tidak hanya soal sawit, melainkan juga tambang mangan.
“Harapan saya setelah kami melakukan aksi semoga pihak DPRD bisa menyelesaikan masalah tambang mangan yang selama ini menjadi polemik di Bonehau,” tutup Aco.
