Mamuju, berandarakyat.com – Sejumlah perwakilan pemuda yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kalumpang Raya (Hipmakar) Sulawesi Barat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Mamuju, Rabu (17/3) pagi. Hal itu tidak lain guna membahas permasalahan wacana masuknya perkebunan sawit di wilayah Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju. Ketua Hipmakar, Aco Riswan, menyebutkan bahwa kunjungannya ke kantor anggota legislatif Mamuju tersebut untuk menyampaikan sikap penolakannya terhadap masuknya sawit di wilayah Bonehau.
“Harapan kami sebagai agent of control social, tentunya tujuan utama kami menjaga daerah untuk tetap aman, sejuk dan damai sehingga langkah-langkah ini kami tempuh karna merupakan tugas kami sebagai generasi,” ujar Aco dikonfirmasi pasca pertemuan di kantor DPRD Mamuju.
Tuntutan Hipmakar yang disampaikan ke perwakilan DPRD Mamuju sayangnya belum membuahkan jawaban yang memuaskan lantaran beberapa pihak terkait seperti Dinas Perkebunan, pihak Koperasi serta kepala desa setempat tidak turut dihadirkan. Hal tersebut membuat Aco menduga pihak DPRD Kabupaten Mamuju sengaja tidak menghadirkan pihak terkait, khususnya Kepala Dinas Perkebunan Mamuju.
“Keputusan hasil dari audiens tadi akan diadakan pertemuan ulang (oleh DPRD Mamuju) yang menghadirkan OPD terkait, pihak koperasi, kades dari Tiga desa terkait dan tentunya di hadiri oleh mahasiswa Hipmakar. Pihak koperasi Dimensi Mandiri Tani harus menjelaskan secara detail masalah tuntutan kami dan menjelaskan regulasi yang ada sehingga bagaimana sawit ini bisa masuk ke Bonehau,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Aco, pihaknya merasa kecewa dengan anggota dewan khususnya yang berasal dari dapil Bonehau karena seolah hanya berdiam diri ditengah masalah sawit yang terjadi saat ini.
“Perlu kami sampaikan tentunya bahwa kami sudah berjuang untuk masyarakat sejauh ini. Karena tanpa aksi ini, masalah sawit di kecamatan Bonehau tidak akan diketahui oleh banyak orang dan bahkan mungkin betul masyarakat akan tertipu,” tutupnya.
Sementara itu, pihak DPRD Kabupaten Mamuju menjanjikan akan segera memanggil seluruh pihak terkait dalam membahas masalah masuknya perkebunan sawit di Kecamatan Bonehau.
