Nasib Buruh Kantor Pertanahan Mamuju: Proyek Tuntas, Gaji Nunggak

Harly

MAMUJU – Buruh proyek pembangunan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mamuju mengaku belum menerima gaji dari proyek tersebut.

Salah satu tukang, Udin, mengatakan ada sekira Rp 130 juta gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

“Saya ini tukang, tapi disuruh juga cari tambahan tukang lagi. Jadi semua tukang-tukang ini tagihnya sama saya, ada sekitar 130 juta itu,” ungkap Udin, Selasa, 22 Oktober 2024.

Dirinya mengaku sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan namun tak ada respons. Udin juga nekat mencari pihak perusahaan hingga di Kendari, Sultra, tapi tidak bisa ketemu.

Kepala Kantor Pertanahan Mamuju, Zano mengaku pihaknya sudah berusaha memfasilitasi pihak buruh dan perusahaan.

“Kami sudah komunikasi ke perusahaannya, mereka janji akan segera melunasi tunggakan tersebut,” jelas dia.

Pihak pertanahan mengaku masih ada tersisa 5 persen dari pagu anggaran tersisa untuk biaya pemeliharaan.

Namun, Zano enggan menyebut berapa alokasi upah tukang yang tercantum dalam RAB.

CV Andika Karya sebagai perusahaan pelaksana proyek juga enggan bertanggung jawab atas upah tukang yang menunggak.

Zulkifli Ahmad, Direktur CV Andika Karya mengaku perusahaannya hanya dipinjam oleh seorang bernama Budi.

“Budi ini pinjam perusahaan saya untuk kerja di Pertanahan Mamuju,” katanya via telepon.

Uang hasil pencairan proyek kantor pertanahan Mamuju yang masuk di rekening perusahaan sudah dikirim ke Budi.

“Jadi tanggung jawabnya ini di Budi,” kata Zulkifli.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer