
Jakarta (ANTARA) –
Wardah berkolaborasi dengan empat desainer lokal ternama untuk menyemarakkan gelaran Indonesia Fashion Week 2024 membawa tema “Make Your Way for Goodness”.
“Ini sebenarnya sejalan dengan kampanye Ramadhan Wardah tahun ini yaitu Teruskan Langkah Baikmu, yang mengajak perempuan untuk terus melakukan kebaikan dari langkah kecil agar bisa memberikan pengaruh yang besar tidak hanya bagi diri sendiri, tapi, juga seluruh dunia,” kata Elsa dalam konferensi pers Wardah di Indonesia Fashion Week, di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Wardah bagikan inspirasi tampilan make up untuk hari raya
Pada kesempatan ini juga Wardah berkolaborasi dengan empat desainer jenama fesyen yang tergabung dalam Wardah Modest Verse untuk ikut menunjukkan karyanya di panggung IFW 2024.
Pada kolaborasi dengan Wardah kali ini, jenama fesyen Kami mengambil tema dan inspirasi dari bunga liar untuk koleksi Florcita, dengan tema besar “Little Things Matter”.
Florcita yang dipamerkan Kami pada ajang IFW 2024 menggambarkan bunga-bunga kecil yang ada di pinggir jalan yang sering terlupakan. Namun jika bunga itu tidak ada, jalanan akan terlihat sepi dan tidak indah.
“Jadi, ‘Little Things Matter’ adalah di mana hal-hal kecil yang kita lakukan sebenarnya penting untuk disyukuri, agak mirip dengan tema yang dibawa Wardah kali ini,” ucap Direktur Kreatif Kami Nadya Karina.
Baca juga: Kami gandeng Bamed di “London Fashion Week Spring Summer 2023-2024”
Koleksi lainnya datang dari jenama Heidee Orlin yang mengangkat tema “Harvest de lune” selama kolaborasinya dengan Wardah di IFW 2024.
Haidee Orlin, yang pertama kali berkolaborasi dengan Wardah ,memamerkan koleksi busana Raya, dengan ciri khas bahan kombinasi renda, tile, sedikit payet dan bahan prada, bahan premium yang digunakan pada koleksi itu.
Sementara itu, tema yang diangkat Puru Kambera dalam kolaborasinya kali ini adalah desain peranakan dan akulturasi budaya dengan Jawa Klasik dalam seri Kamala.
Koleksi yang memiliki desain unik itu memamerkan akulturasi budaya China dengan kancing model cheongsam berpadu dengan bahan renda yang mencerminkan budaya Eropa, kemudian kutubuaru yang disandingkan kain untuk mewakili Jawa Klasik.
Ria Miranda membawakan Ria Miranda Signature Raya yang terinspirasi dari cerita ibu-ibu di daerah Makassar yang menantikan suaminya pulang berlayar pada zaman dahulu dengan tema Selayar.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024
