
Mataram (ANTARA) – Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, sebanyak 28,760 dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac tiba di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa.
“Dari total 28,760 dosis vaksin COVID-19 itu, akan diberikan di tahap pertama kepada 14 ribu tenaga kesehatan dari 25.000 orang yang tercatat di NTB,” ujarnya didampingi Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Ariadi saat menerima kedatangan vaksin COVID-19 buatan Sinovac itu di Kantor Dinas Kesehatan NTB di Mataram, Selasa.
Eka sapaan akrab Kadikes NTB, pemberian vaksin tahap pertama ini akan dilakukan mulai Januari hingga Maret 2021. Sedangkan, vaksinasi akan dilakukan di 31 rumah sakit dan 171 puskesmas secara serentak. Sementara untuk tahap kedua nanti akan dilakukan setelah vaksin tahap pertama rampung.
Untuk tahap kedua, kata dr Eka, vaksinasi masih menyasar tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik setelah itu baru diberikan kepada masyarakat umum.
“Untuk masyarakat umum belum, kita tuntaskan dulu vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik,” jelasnya.
Sebelum diberikan vaksin, pihaknya akan melakukan skrining untuk memastikan tenaga kesehatan penerima vaksin tidak mengidap 12 penyakit yang tidak boleh menerima vaksinasi sesuai persyaratan Kementerian Kesehatan, di antaranya penderita hipertensi, HIV dan diabetes melitus sesuai kondisi penyakit saat vaksinasi.
Ditambahkan Kadikes, vaksinasi adalah bentuk pemberian imunitas perorangan. Sedangkan skenario vaksinasi Indonesia adalah sampai dengan 2022 atau 15 bulan, sehingga terbentuk kekebalan komunitas atas virus itu sendiri. Oleh karena itu, Kadikes mengimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama vaksinasi masal berlangsung.
“Support dari pimpinan dalam hal ini Presiden bahkan Gubernur siap menjadi yang pertama divaksinasi,” kata Eka.
Sementara itu, Sekretaris Daerah yang juga Wakil Ketua Satgas COVID-19 NTB mengatakan vaksinasi adalah bentuk ikhtiar sebagai bagian dari penanganan, pengendalian dan mengakhiri pandemi.
“Untuk itu, edukasi sebelum vaksinasi ke masyarakat penting dilakukan agar masyarakat secara sadar mau diimunisasi vaksin COVID-19,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sekda NTB mengaku kesiapannya menjadi orang yang divaksinasi di tahap pertama bersama tenaga kesehatan lainnya sebagai motivasi kepada masyarakat.
“Saya sendiri siap divaksinasi di tahap pertama,” katanya.
