Manajemen RSUD Sulbar Terus Upayakan Stabilisasi Finansial, Salah Satunya Naik Status ke Tipe B

MAMUJU – Kondisi finansial RSUD Sulawesi Barat (Sulbar) saat ini mengalami rasio yang tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.  

Berdasarkan data yang disampaikan Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, pemasukan rumah sakit setiap bulannya hanya sekira Rp 4,5 miliar. Sementara, pihak manajemen harus menanggung biaya pengeluaran per bulannya mencapai sekira Rp 6 miliar.

Hal ini diakui dr. Musadri sebagai tantangan besar bagi RSUD Sulbar.

Dari sisi pegawai saja, kata Musadri, pihak rumah sakit harus menanggung beban gaji tenaga PPPK sebanyak 220 orang, dan 115 orang honorer.

“Di rumah sakit ada 261 PPPK, 41 orang itu (gaji) ditanggung APBD, 220 orang ditanggung rumah sakit. Belum lagi tenaga honor seperti teknisi listrik, mesin, cleaning service itu 115 orang,” kata Direktur RSUD Sulbar, Selasa, 7 April 2026.

Namun begitu, pihaknya berkomitmen akan terus berupaya agar kondisi keuangan bisa segera stabil.

Langkah paling dekat ini ialah mengupayakan klasifikasi RSUD Sulbar segera naik ke tipe B.

Rencana tersebut juga sudah mendapat restu Gubernur Suhardi Duka. Baginya, RSUD Sulbar harus menjadi rumah sakit rujukan di provonsi ke-33 ini.   

Baca juga:

Gubernur Paparkan Empat Poin Hasil Kunjungan di RSUD Sulbar

Untuk itu, dr. Musadri berharap dukungan semua pihak agar RSUD Sulbar segera naik kelas dan diikuti manajemen yang baik.

Leave a Comment