Mahasiswa Bambang Gelar Aksi di Mamasa, Singgung Proyek PEN Belum Tuntas

MAMASA – Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Generasi Bambang Bergerak Melawan (Gebrakan) menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD dan kantor Bupati Mamasa, Rabu, 10 Mei 2023.

Mereka menyuarakan 5 poin tuntutan, termasuk mempertanyakan pekerjaan jalan poros Mambi-Bambang dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Baca juga:

Mengurai Kejanggalan Proyek PEN PU Mamasa

Menurut koordinator aksi, Erwin, proyek tersebut menggunakan dana pinjaman PEN tahun 2022 sekira Rp 11 miliar.

“Paket pengerjaan jalan poros Mambi-Bambang dari anggaran dana PEN dgn nomor kontrak: 050/5/KONTRAK-KPA/PEN-BM/DPUPR/M/VIII/2022, dengan waktu pelaksanaan 135 hari kalender yang dimulai sejak bulan September 2022 dan seharusnya rampung di bulan Januari 2023. Namun kenyataannya sampai hari ini belum ada kepastian penuntasan pengerjaan jalan tersebut,” ungkap aktivis BrEM P.U.S itu.

Olehnya, mereka menuntut Pemda Mamasa memperjelas regulasi penganggaran, pengalokasian, hingga pencairan dana PEN.

Selanjutnya, meminta pertanggungjawaban Dinas PUPR Mamasa terkait kelanjutan pekerjaan dan kualitas konstruksi.

Gebrakan juga mendesak pihak DPRD, kepolisian hingga kejaksaan untuk memaksimalkan pengawasan pekerjaan proyek PEN di Kecamatan Bambang.

Selain menyuarakan soal polemik proyek jalan PEN, mahasiswa juga mengangkat sejumlah isu seperti masalah pendidikan, kinerja ASN di Kecamatan Bambang, regulasi soal program bantuan sudi Kabupaten Mamasa, hingga meminta penambahan unit puskesmas di ujung barat Kecamatan Bambang.

Leave a Comment