Kota Sorong gandeng lintas sektor gelar pangan murah

Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menggandeng lintas sektor saat menggelar kegiatan gerakan pangan murah di wilayah itu guna menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi menjelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriah.

Penjabat Wali Kota Sorong George Yarangga di Sorong, Selasa, mengatakan kegiatan gerakan pangan murah itu melibatkan sejumlah pihak terkait lintas sektor, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, BUMN Pangan, BUMD Pangan, petani, peternak, gabungan kelompok tani (gapoktan) dan pelaku usaha tani lainnya.

“Kegiatan ini merupakan upaya dari Badan Pangan Nasional untuk memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan menghadapi hari raya Idul Adha tahun ini. Melalui gerakan pangan murah ini, pelaku usaha pangan menyediakan pangan murah berkualitas kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar,” jelas Yarangga.
 
Menurut dia, menjadi tugas pemerintah untuk menjaga harga pasokan pangan pokok di tingkat produsen dan konsumen menghadapi hari raya besar keagamaan sekaligus upaya menekan terjadinya inflasi.

Melalui gerakan pangan murah itu, pemerintah juga mempermudah akses bagi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka menghadapi hari raya kurban tahun ini.

Yarangga mencontohkan harga daging ayam yang dijual di toko atau di pedagang pengecer di pasar Kota Sorong kini berkisar Rp44.500 per kilogram, namun warga dapat membeli dengan harga lebih murah di arena pangan murah seharga Rp37.000 per kilogram.
 
Demikian pun dengan harga cabai merah dimana di pasar dijual pada kisaran harga Rp50.000 hingga Rp80.000 per kilogram, namun di arena pangan murah dijual seharga Rp40.000 per kilogram.

“Harga pangan yang disediakan di arena pangan murah ini cukup terjangkau sehingga benar-benar sangat membantu masyarakat, terutama yang akan merayakan Idul Adha,” kata Yarangga.

Ia mengapresiasi keterlibatan para pelaku usaha pangan dan distributor yang telah ikut berpartisipasi mendorong gerakan pangan murah di wilayah Kota Sorong.
 
Saat ini tingkat inflasi di Kota Sorong masih cukup terjaga dengan baik dan berada di bawah tingkat inflasi secara nasional yaitu berada pada kisaran 4,02 persen.
 
Pemkot Sorong akan membangun kerja sama antar daerah baik di wilayah Papua Barat maupun di luar wilayah Papua Barat, terutama dengan daerah penghasil pangan guna memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah itu.

“Ketika stok pangan terbatas, sedangkan kebutuhan-nya meningkat maka tentu berimbas pada kenaikan harga pangan, otomatis itu juga jadi pemicu inflasi meningkat,” ujar Yarangga.
 

Leave a Comment