MAMUJU – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN S/M) Provinsi Sulbar melakukan visitasi di 59 sekolah dan madrasah.
Hasilnya, ada lima sekolah dan madrasah di Sulbar yang tidak terakreditasi sehingga mendapat catatan khusus dari BAN S/M.
Lima lembaga pendidikan tersebut, yakni:
1. SD Negeri Salo Rombia, Mamuju.
2. SMK Swasta Salurante, Mamasa.
3. MTs Nur Ain Aini, Majene.
4. SMK Swasta Yaknas Polewali, Polman.
5. UPTD SMPS Makarti Salulebbo, Mateng.
Dari lima sekolah dan madrasah itu, dua di antaranya mendapat rekomendasi untuk ditutup, yakni SMKS Yaknas Polewali dan UPTD SMPS Makarti Salulebbo.
Sementara tiga lainnya direkomendasi agar dibina oleh pemerintah daerah.
Ketua BAN S/M Sulbar, Amran HB mengatakan, lima sekolah dan madrasah yang mendapat catatan khusus tersebut memiliki nilai akreditasi di bawah standar.
Proses penilaian berdasarkan 4 komponen pedoman instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP).
Empat komponen ini ialah mutu guru, proses pembelajaran, mutu lulusan, dan manajemen sekolah.
Menurut Amran, indikator paling krusial di Sulbar saat ini adalah kurangnya mutu guru.
“Sudah jumlah guru kurang, sumber daya mereka juga belum memadai,” jelasnya.
Pihaknya pun berharap, pemerintah daerah bisa menindaklanjuti rekomendasi BAN S/M.
Amran juga membeberkan bahwa status akreditasi A pada sekolah dan madrasah di Sulbar saat ini belum mencapai 7 persen.
