MAMASA – Barisan Milenial Mesakada Pitu Ulunna Salu (BrEM P.U.S) meminta Mabes Polri ikut mengatensi kasus pembunuhan terhadap seorang guru di Kecamatan Aralle, Mamasa.
Kasus tersebut saat ini ditangani tim gabungan dari Polda Sulbar dan Polres Mamasa.
Menurut Ketua BrEM P.U.S di Mamuju, Ekamasputra, kasus ini harus mendapat perhatian dari Mabes Polri.
Sebab, peristiwa itu dikhawatirkan berkembang menjadi konflik horizontal.
“Jangan sampai karena lamanya proses oleh kepolisian, masalah ini jadi bias dan timbul dampak lebih besar. Kita tidak mau kalau kembali terjadi konflik Aralle, Tabulahan, Mambi (ATM) seperti di masa lalu. Makanya Mabes harus turun,” kata Eka, Minggu, 14 Agustus 2022.
Sejak sepekan kasus pembunuhan terjadi, pihaknya mendengar banyak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, puluhan keluarga mendatangi Mapolsek Aralle untuk mendesak progres penyelidikan polisi.
Hingga 13 Agustus 2022, penyidik Polres Mamasa sudah memeriksa 32 orang saksi. Tim forensik dari Polda Sulbar pun sudah berada di lokasi.

