MAMASA – Barisan Milenial Mesakada Pitu Ulunna Salu (BrEM P.U.S) menyorot proyek betonisasi di Desa Taora, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Mamasa.
Sekjen BrEM P.U.S, Ferdi Hidayat, mengatakan proyek tersebut sudah mengalami kerusakan padahal baru dibangun pada 2021 lalu.
“Sudah ada beberapa bagian yang patah, terkelupas. Padahal ini baru dibangun tahun lalu tapi sudah hancur,” kata Ferdi, Selasa, 14 Juni 2022.
Dari informasi yang didapat pihaknya, proyek betonisasi itu bersumber dari APBD Kabupaten Mamasa tahun 2021. Anggarannya mencapai sekira Rp 1,7 miliar.

Menurut Ferdi, kerusakan tersebut bisa mengancam pengendara motor.
“Ini bahaya kalau dilalui pengendara motor. Apalagi kalau malam hari,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab atas kondisi itu.
Terlebih lagi, lanjut Ferdi, beton di Taora dibangun dengan anggaran besar.
Wartawan berupaya meminta konfirmasi Kadis PUPR Mamasa, Daud Tandi Arruan. Namun yang bersangkutan belum memberi penjelasan.
