MAMUJU – Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Manakarra mendorong masyarakat umum maupun pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan Yayasan Syahid Al Hidayah.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum Kohati Cabang Manakarra, Qhamtina Sari Iksan, usai pihaknya berkesempatan menggelar buka puasa bersama penghuni yayasan tersebut.
Qhamtina mengatakan, Yayasan Syahid Al Hidayah merupakan pesantren sekaligus panti asuhan yang mengurus sekira 50 anak. Sayangnya, fasilitas pendidikan keagamaan di tempat tersebut masih tertinggal.
“Selain buka puasa bersama, kami juga memantau perkembangan yayasan. Pesantren dan panti asuhan tersebut ternyata memang masih sangat tertinggal, baik dari segi fasilitas pendidikan keagamaan, dalam hal ini perlengkapan semacam Al-Qur’an dan lainnya,” ungkap Qhamtina, Selasa, 19 April 2022.
Untuk itu, pihaknya menilai yayasan tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Apalagi, kata Qhamtina, Yayasan Syahid Al Hidayah sempat mendapat tekanan dari beberapa warga, pascakasus asusila yang melibatkan oknum pengurus di lembaga itu.
Beruntung, warga mendapat pemahaman bahwa kasus itu adalah perbuatan oknum dan sudah mendapat sanksi hukum, sehingga tekanan yang dialami pihak yayasan tak berlangsung lama.
Qhamtina pun mengajak seluruh pihak agar bersama membangun kembali Yayasan Syahid Al Hidayah sebagai lembaga pendidikan Islam, baik dari segi citra, maupun fasilitas pembelajaran.
