MAMUJU – Sekretaris BKKBN Perwakilan Sulbar, Rusdianto Monoarfa menyebut angka stunting di Provinsi Sulbar mencapai 33,8 persen.
Kondisi tersebut menempatkan Sulbar peringkat kedua tertinggi penderita stunting setelah NTT, berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021.
Adapun tertinggi di Kabupaten Majene sebesar 35,7 persen dan terendah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sebesar 26,3 persen.
Sementara Kabupaten Mamasa 33,7 persen, Pasangkayu 28,6 persen, Polman 36 persen, dan Mamuju 30,3 persen.
“Dalam Perpres, kita ditargetkan pada 2024 harus turun 14 persen secara nasional,” ujar Rusdianto.
Untuk itu, pihaknya harus menargetkan penurunan angka stunting sekira enam hingga tujuh persen pertahunnya.
“Jadi 2024 nanti, angka stunting di Sulbar harus turun menjadi 15,8 persen,” pungkasnya.
