MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bakal mengubah nama Bandar Udara (Bandara) Tampa Padang menjadi Bandara Andi Depu Tampa Padang di Mamuju.
Hal itu sesuai hasil rapat bersama antara Pemerintah Sulbar, Pemkab Mamuju, pihak bandara, dan keluarga mendiang Andi Depu, di Rujab Sekda Sulbar, Senin, 31 Januari 2022.
“Kita sudah diskusikan untuk memperkuat lagi dokumen sebelumnya yang juga sudah dibahas. Kita butuh percepatan untuk memiliki nama paten, untuk kita jadikan nama bandara baru,” ungkap Sekda Sulbar, Muh. Idris kepada awak media.
Dia mengaku tetap memberi ruang bagi publik jika ingin menyampaikan hal bersifat substansi, terkait penamaan bandara tersebut.
Namun begitu, Idris memastikan pemilihan nama Andi Depu sebagai identitas bandara di Tampa Padang, Mamuju berdasar pada spirit para pejuang, diskusi dan seminar sebelumnya, hingga pertemuan dengan beberapa pihak.
“Namun yang terpenting saat ini, bagaimana mengecek administrasi agar memenuhi harapan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, maupun dari kita yang meminta,”sambungnya.
Nyatanya, perubahan nama Bandara Tampa Padang ini tak mendapat restu dari sejumlah elemen.
Anggota DPRD Fraksi NasDem, Hatta Kainang menilai perubahan nama bandara bukan sesuatu yang penting dikerjakan saat ini.
Menurut dia, masih banyak hal krusial perlu dipikirkan Pemprov Sulbar.
“Masih banyak hal penting perlu dipikirkan, akselerasi pembangunan yang sangat perlu, bukan justru mengurusi perubahan nama bandara,” tegasnya.
Sorotan juga datang dari kalangan aktivis.
Ketua GMNI Sulbar, Bayu, mengatakan bahwa perubahan nama bandara bukan waktu yang tepat.
“Harusnya pemerintah memperhatikan carut-marutnya proses pembebasan lahan yang ada di sekitar area bandara,” jelasnya.
Bahkan, Bayu menganggap wacana perubahan nama bandara terkesan berbau politis.
“Setiap tahun masyarakat hanya dijanji soal pembebebasan lahan. Sejak 2018 janji itu, tapi sampai hari ini hanya janji manis.”
“Belum lagi keborokan birokrasi yang menangani, harusnya itu yang diprioritaskan, bukan malah membuat kegaduhan,” kata Bayu.
Senada itu, salah satu pemuda Tampa Padang, Muh. Irfan Herianto juga menyinggung soal sangkutan pembebasan lahan di area bandara.

“Kalau kita mengambil contoh sekelas bandara bertarap international saja, yang ada di Jogja, dia masih menggunakan NYIA (New Yogyakarta International Air Port),” kata Irfan.
Ia meminta pemerintah tidak gagap dalam memetakan prioritas program di Sulbar.
Irfan pun tegas, pemuda Tampa Padang akan bersatu untuk mempertahankan nama bandara.
“Dan menolak usulan penambahan nama bandara Tampa Padang itu,” tegas dia.
