
Teluk Wondama (ANTARA) – Jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DPPO) memperingati hari ulang tahun Kabupaten Teluk Wondama ke-17 yang jatuh pada 12 April 2020 dengan berziarah ke makam mantan Bupati Alberth H Torey, Minggu
Ziarah ke makam bupati pertama itu sebagai bentuk penghormatan atas karya dan jasa mendiang Alberth Torey yang merupakan tokoh pelopor lahirnya Kabupaten Teluk Wondama sekaligus Bapak Pembangunan Wondama.
Pemkab Wondama memutuskan tidak ada perayaan apapun yang dilakukan untuk memperingati hari jadi ke-17 lantaran sedang terjadi pandemi virus corona atau Covid-19. Sebagai gantinya warga masyarakat diminta memanjatkan doa khusus untuk kesejahteraan Teluk Wondama juga untuk pemulihan dunia dari Covid-19.
Dipimpin Kepala Bidang Olahraga Frans Boy Korwam, jajaran DPPO bersama puluhan warga melantunkan doa di pusara Alberth Torey dilanjutkan dengan penaburan bunga. Prosesi penaburan bunga diiringi tabuhan suling tambur oleh jemaat Gereja GKI Gunung Sion Rasiei.
Istri mendiang Alberth Torey Ny. Jeanne Naomi Karubaboy/Torey bersama anak dan beberapa cucunya ikut hadir dalam ziarah tersebut. Albert Torey wafat pada 4 Oktober 2018 dalam usia 65 tahun.
Di depan pusara Sang Mantan, Boy Korwam menyatakan Alberth Torey adalah pahlawan Kabupaten Teluk Wondama. Dialah yang merintis pembangunan Wondama dari titik nol melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan.
Mengusung moto ‘Memberi Sebelum Rakyat Meminta’, kepemimpinan Torey selama dua periode sejak 2005 hingga 2015 diakui telah membawa perubahan besar sehingga Kabupaten Teluk Wondama kini berdiri sejajar dengan daerah lainnya di Tanah Papua juga di Indonesia.
“Dia adalah pahlawan bagi Wondama. Dia adalah Bapak Pembangunan jadi hari ini kami pemuda buka jalan, kami harapkan kunjungan ke makam beliau menjadi agenda tahunan yang selalu dilakukan setiap ulang tahun kabupaten sebagia penghargaan atas jasa-jasa beliau, “ ucap Korwam.
Sebagai tokoh pemuda Korwam menegaskan, pihaknya telah berikthiar untuk terus melanjutkan karya-karya besar Alberth Torey.
“Silahkan orang lain boleh lupa tapi kami pemuda tetap berjuang untuk melanjutkan pembangunan yang telah beliau letakkan, “ lanjut Korwam.
Ny. Jeanne Torey menyatakan, sebagai istri dia tidak menuntut agar orang membalas segala jasa maupun kebaikan yang telah diperbuat mendiang suami tercinta selama masih hidup. Dia hanya berharap generasi muda Wondama terus melanjutkan pembangunan yang telah diletakkan sang suami.
“Banyak orang sudah lupa Alberth telah berjuang untuk kabupaten ini. Tapi tidak apa-apa. Saya hanya pesan, tolong lanjutkan apa yang telah suami saya perbuat untuk negeri ini supaya kita punya kabupaten ini bisa terkenal dan terlepas dari keterbelakangan dan kemiskinan,“ ujar Ny. Jeanne.
Dalam kesempatan itu, Boy Korwam bersama kawan-kawan juga menyerahkan bingkisan berupa uang kepada istri mendiang Alberth Torey.