Bupati Mamuju Apresiasi Kolaborasi Akademisi, Perbankan, Pembudidaya Perikanan: Perkuat Ekonomi Kerakyatan Menuju Mamuju KEREN

Harly

BERANDA MAMUJU – Sinergi Pemkab Mamuju, Pemprov Sulbar, UNIMAJU, dan Bank Sulselbar Dorong Pembudidaya Ikan Kecil Lebih Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing

Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, S.H., M.Si., memberikan apresiasi terhadap terbangunnya kerja sama dan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, akademisi, sektor perbankan, serta para pembudidaya perikanan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mamuju.

Menurut Bupati, keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Mamuju melalui semangat Mamuju KEREN.

Bupati menilai, pembangunan ekonomi masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Diperlukan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dukungan perbankan dalam membuka akses pembiayaan, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pembudidaya perikanan dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses permodalan, memperbaiki tata kelola produksi, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil Kabupaten Mamuju, yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dengan Fakultas Teknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU).

Kolaborasi Akademisi, Pemerintah, dan Perbankan

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi DM, M.Sos., M.A.P., serta Kepala Cabang PT Bank Sulselbar Mamuju, Romy Taha, sebagai narasumber.

Kehadiran kedua unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas pembudidaya ikan kecil, khususnya dalam memahami arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya dan peluang akses pembiayaan perbankan.

Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat akan memaparkan materi mengenai Arah Kebijakan dan Strategi Akselerasi Perikanan Budidaya Sulawesi Barat: Penguatan Kampung Perikanan Budidaya dan Pokdakan Mandiri Penopang Ketahanan Pangan.

Materi tersebut mencakup pengembangan kawasan perikanan budidaya, penguatan kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), peningkatan produktivitas, penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), serta pengelolaan usaha yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Sulselbar Mamuju akan memberikan pemahaman mengenai Fasilitasi Pembiayaan dan Akses Kredit Perbankan dalam Mendukung Penguatan Usaha Mikro Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Mamuju.

Pembahasan tersebut meliputi persyaratan pengajuan kredit, kesiapan administrasi usaha, pengelolaan keuangan, pencatatan arus kas, serta peluang memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai persyaratan dan ketentuan perbankan yang berlaku.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pentingnya legalitas usaha, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai bagian dari kesiapan pelaku usaha mikro dalam mengakses berbagai fasilitas pemberdayaan dan pembiayaan.

Dengan demikian, pembudidaya tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai kegiatan produksi, tetapi juga memahami bagaimana membangun usaha yang sehat, memiliki perencanaan keuangan, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

MoU DKP Mamuju dan UNIMAJU: Menghubungkan Ilmu Pengetahuan dengan Kebutuhan Masyarakat

Penandatanganan MoU antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dengan Fakultas Teknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIMAJU merupakan bagian penting dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program pendampingan, penelitian terapan, pengembangan inovasi teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan.

Perguruan tinggi memiliki keunggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi. Sementara pemerintah daerah mempunyai peran dalam perumusan kebijakan, fasilitasi program, pembinaan kelembagaan, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi penggunaan pakan, pengelolaan kualitas air, pencegahan penyakit ikan, penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kualitas hasil panen, hingga pengembangan akses pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan akademik diharapkan dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pembudidaya di lapangan.

Perbankan sebagai Mitra Penguatan Ekonomi Produktif

Dukungan sektor perbankan juga menjadi elemen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Selama ini, salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan skala kecil adalah keterbatasan modal untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti pengadaan benih, pakan, sarana produksi, dan pengembangan kapasitas usaha.

Karena itu, kehadiran Bank Sulselbar diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan edukasi mengenai layanan pembiayaan yang dapat diakses oleh kelompok pembudidaya maupun pelaku UMKM.

Namun, akses pembiayaan harus diikuti dengan kesiapan administrasi, kelayakan usaha, perencanaan produksi, serta kemampuan mengelola kewajiban keuangan.

Pola kemitraan ini penting agar perbankan tidak hanya dipandang sebagai lembaga pemberi kredit, tetapi juga menjadi mitra dalam meningkatkan literasi keuangan dan membangun budaya usaha yang sehat di tengah masyarakat.

Sejalan dengan Visi Mamuju KEREN

Bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju, penguatan sektor perikanan budidaya dan UMKM merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Semangat Mamuju KEREN menuntut adanya pembangunan yang kolaboratif, responsif, efektif, dan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan peluang usaha, memperkuat kapasitas masyarakat, dan membuka akses terhadap sumber daya ekonomi.

Dalam konteks tersebut, pembudidaya perikanan dan pelaku UMKM bukan sekadar penerima manfaat program pemerintah, melainkan subjek utama pembangunan ekonomi daerah.

Mereka merupakan penggerak ekonomi riil yang memiliki kontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, perguruan tinggi, serta sektor perbankan menjadi modal penting untuk mempercepat proses tersebut.

Dari Kolaborasi Menuju Kemandirian Pembudidaya

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju memandang kegiatan ini sebagai salah satu langkah membangun pola pemberdayaan yang lebih terintegrasi.

Keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta pelatihan ataupun terlaksananya penandatanganan MoU. Lebih dari itu, harus ada tindak lanjut nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Di antaranya peningkatan keterampilan teknis pembudidaya, penguatan kelembagaan Pokdakan, perbaikan administrasi usaha, pendampingan penerapan teknologi, peningkatan literasi keuangan, serta terbukanya peluang kemitraan pembiayaan dan pemasaran.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mengubah pola pemberdayaan yang sebelumnya cenderung sektoral menjadi lebih terpadu, dengan menghubungkan kebutuhan masyarakat, kapasitas akademisi, dukungan pemerintah, dan instrumen pembiayaan perbankan.

Pada akhirnya, pembangunan sektor perikanan budidaya bukan semata-mata mengejar peningkatan jumlah produksi ikan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana potensi sumber daya perikanan dapat memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat kemandirian pembudidaya, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Inilah esensi pembangunan ekonomi kerakyatan yang ingin diwujudkan melalui semangat Mamuju KEREN: pemerintah hadir sebagai fasilitator, akademisi memberikan inovasi, perbankan membuka akses pembiayaan, dan masyarakat menjadi pelaku utama penggerak ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan, sektor perikanan budidaya dan UMKM di Kabupaten Mamuju diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi lokal menuju masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Mamuju sedang membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis kolaborasi. Ini akan memperkuat citra kepemimpinan Bupati Sutinah sekaligus menunjukkan peran strategis DKP Mamuju dalam menerjemahkan visi Mamuju KEREN ke dalam program nyata yang menyentuh masyarakat.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer