MATENG – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras mengimbau masyarakat agar selalu waspada di masa kekeringan saat ini. Bahkan, dia mewanti-wanti agar tidak membuka ladang dengan cara melakukan pembakaran karena bisa memicu kebakaran lahan.
Dampak kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 20 desa dilaporkan mengalami kekeringan hingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Kondisi tersebut juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran, terutama akibat kondisi lahan yang kering.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya kebakaran di wilayah masing-masing.
Arsal secara khusus meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga dapat ditangani dengan cepat.
“Jangan buka ladang dengan membakar dan jika ada masyarakat yang melihat muncul titik api, segera laporkan ke posko sehingga cepat penanganannya,” ujar Arsal.
Selain mengantisipasi kebakaran, Bupati juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Ia meminta warga segera melaporkan apabila terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga pemerintah dapat segera melakukan penanganan.
“Gunakan air dengan bijak dan laporkan jika ada warga yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih,” ucap Arsal.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan, Pemkab Mamuju Tengah juga rutin menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke permukiman warga.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana, Pemkab Mamuju Tengah telah melakukan sejumlah upaya kesiapsiagaan, termasuk mendirikan posko penanganan bencana di wilayah Topoyo.
Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan, baik terhadap potensi kebakaran maupun dampak kekeringan, serta aktif berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan. (*)

