MAMUJU – Wakil Ketua DPRD Sulbar, St. Suraidah Suhardi menemui massa aksi dari Koalisi Rakyat dan Pers untuk Keadilan (Konpres) di kantor DPRD, Selasa, 5 Mei 2026.
Massa aksi menuntut sejumlah poin, di antaranya copot Kareg BGN Sulbar, usut kasus dugaan suap titik dapur yang melibatkan oknum DPRD provinsi, permasalahan soal dokumen perizinan dapur, pengusiran wartawan saat kegiatan BGN di Maleo, ditemukannya belatung dalam ompreng MBG siswa di Aralle Mamasa, minimnya informasi publik, serta mendesak BGN segera membentuk Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di provinsi ini.
Suraidah pun menekankan akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi.
Dirinya menggaris bawahi soal tuntutan pembentukan KPPG di wilayah Sulbar.
“Tanpa menyepelekan tuntutan yang lain ini, memang KPPG harusnya ada juga di Sulbar agar pemberian data dan informasi terkait MBG ini bisa diakses langsung oleh kami juga,” ungkapnya.
Suraidah pun menandatangani berita acara audiens antara DPRD Sulbar dan massa aksi dengan catatan, bakal menindaklanjuti tuntutan 7 poin tuntutan sesuai ketentuan yang berlaku.

