Program Sobat Sawit, Upaya Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK

Harly

oplus_0

PASANGKAYU – PT Astra Agro Lestari melalui anak usahanya PT Pasangkayu bersama GAPKI Sulawesi mendorong industri kelapa sawit sebagai solusi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK melalui program “Sobat Sawit Goes to School” di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Senin (4/5).

Kepala SMK Negeri 1 Pasangkayu, Achmad, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan sekolahnya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri, khususnya sektor kelapa sawit.

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana. Sebagai institusi vokasi, kami menyadari bahwa keberadaan dunia usaha dan dunia industri sangat penting untuk kemajuan pendidikan, khususnya di sekolah kami,” ujarnya.

Achmad menyebutkan bahwa SMK Negeri 1 Pasangkayu merupakan sekolah pertama di Kabupaten Pasangkayu yang membuka jurusan pertanian. Saat ini, sekolah tersebut juga telah memiliki sekitar 30 pohon kelapa sawit yang ditanam di lingkungan sekolah sebagai sarana praktik siswa.

Ia menambahkan, kegiatan Sobat Sawit yang digelar di sekolahnya merupakan kali kedua dilaksanakan di Indonesia setelah sebelumnya digelar di Kalimantan.

“Kami sangat bersyukur diberi kesempatan menjadi tuan rumah. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi jembatan link and match antara pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Sulawesi, Donny Yoga, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit memiliki rantai pekerjaan yang luas dan beragam. Menurutnya, selain kegiatan budidaya, terdapat banyak peluang kerja lain seperti transportasi, pengolahan di pabrik, hingga bidang administrasi.

“Saya tadi sempat bertanya, ada siswa yang sudah memiliki kebun sawit, bahkan hingga puluhan. Ini menunjukkan potensi yang besar. Industri sawit tidak hanya soal tanam dan panen, tetapi juga membuka banyak peluang kerja sesuai dengan bidang keahlian,” ujar Donny.

Ia juga mendorong para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu bersaing di dunia kerja.

“Kalau bisa lanjutkan pendidikan minimal sampai S1 agar bisa bersaing, tidak hanya di Pasangkayu, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, industri kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional dengan cakupan luas di berbagai wilayah. Karena itu, pemahaman sejak dini dinilai penting agar generasi muda siap terjun dan mengambil peran di sektor tersebut.

Manajemen PT Pasangkayu, I Made Ari mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.

“Kami ingin membangun keterhubungan yang kuat antara sekolah dan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga memahami kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara dunia usaha dan pendidikan vokasi menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa tentang luasnya peluang di industri sawit serta mendorong kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja,” tambahnya.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer