MAMUJU – Calon Wakil Bupati (Cawabup) Yuki Permana menyebut revolusi mental menjadi salah satu fokus jika dirinya dan calon Bupati Sutinah Suhardi dipercaya memimpin Kabupaten Mamuju.
Yuki menilai, masyarakat Mamuju terutama generasi mudanya memiliki potensi untuk berkembang di segala aspek. Namun, potensi itu seakan tenggelam dengan perkembangan teknologi saat ini.
Masifnya teknologi hingga ke daerah, kata Yuki, tidak hanya bernilai positif tapi juga mengandung dampak negatif.
Dia mengatakan, hal negatif dari akselerasi teknologi adalah banyaknya kanal-kanal di media sosial yang bersifat merusak moral, seperti film dewasa, konten hoaks dan sebagainya. Masalah tersebut bisa mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.
“Yang seharusnya sisi positif dari teknologi ini saja yang diambil, yang negatifnya tidak usah,” kata Yuki di Posko Pemenangan Pasangan Tina-Yuki, di BTN H. Basir Mamuju, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Untuk itu, pihaknya sudah menyusun konsep sebagai gerakan revolusi mental masyarakat Mamuju ke depan.
Salah satu program ialah membangun lebih banyak ruang terbuka sebagai tempat masyarakat berolahraga.
“Jadi ruang terbuka ini dilengkapi fasilitas seperti, contohnya, outdoor fitness,” sambung Yuki.
Dengan fasilitas tersebut, Yuki berharap generasi muda bisa mengisi waktu dengan berolahraga dan tidak lagi terfokus pada gadget atau Hp. Pikiran pun bisa lebih positif.
Selain menyehatkan jiwa dan raga, Yuki melanjutkan, potensi pemuda dalam bidang olahraga akan terlihat, sehingga tidak menutup kemungkinan akan muncul bibit-bibit atlet yang bisa berprestasi bagi daerah.
Dia mencontohkan Maldini Pali, atlet sepakbola asal Mamuju yang pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok umur.
Menurut Yuki, atlet seperti Maldini Pali adalah devisa bagi daerah.
“Coba kalau ada 3 atau lebih anak muda Mamuju yang seperti prestasi Maldini Pali, itu devisa daerah, bayangkan keuntungan yang daerah dapat,” ujarnya.
Yuki juga akan berkoordinasi dengan pihak Kominfo untuk membatasi konten-konten yang bersifat negatif di media sosial.
Harapannya, masyarakat terkhusus generasi muda bisa merubah pola pikir maupun mentalnya.
“Jadi revolusi mental ini penting bagi Kabupaten Mamuju,” jelas Yuki Permana.

