Lara Pangandaran, Desa Terisolir di Ujung Mamasa

Harly

MAMASA – Kabupaten Mamasa baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-22 tahun.

Di usianya saat ini, wilayah eks pemekaran kabupaten Polmas itu sudah bisa dikatakan matang. Pembangunan akses antarwilayah — harusnya — bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi.

Sayangnya Pangandaran masih merana. Desa berjarak sekira 80 kilometer dari kota Mamasa tersebut tak tersentuh pembangunan jalan dari pemerintah daerah.

Jika ada warga sakit dan perlu perawatan medis, dia harus ditandu sejauh 16 kilometer untuk sampai di desa Burana yang bisa diakses kendaraan.

Salah satu putra asal Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Mas Untung, bahkan menyebut bahwa kampung halamannya selama ini dianaktirikan oleh pemerintah.

“Sejak Kabupaten Mamasa berdiri pada 22 tahun silam, jalur penghubung tiga desa, Burana-Pangandaran-Baruru belum pernah tersentuh sedikit pun APBD Kabupaten Mamasa.”

Sementara ada sejumlah desa di Kabupaten Mamasa yang sudah berkali-kali mendapatkan anggaran pembangaunna jalan dari anggaran DAK, DAU dan anggaran PEN,” keluh Mas Untung kepada wartawan, 11 Maret 2024 lalu.

Dirinya mengatakan akses jalan yang menghubungkan Burana, Pangandaran, dan Baruru sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

Belum lagi, persoalan sosial lainnya seperti warga sakit. Masyarakat harus bergotong royong menandu orang sakit hingga belasan kilometer.

Olehnya, Mas Untung berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa bisa memperhatikan pembangunan jalan di Pangandaran.

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer