
MAMUJU – Driver material PT Bonehau Prima Coal (BPC) merasa resah lantaran tak mendapat pemasukan selama beberapa minggu terakhir ini.
Hal itu karena aksi warga menutup jalan umum agar kendaraan perusahaan tidak lewat.
Andi Emy Djollo, Manager BPC Site Tamalea, mengatakan, drivernya memohon agar warga sudi membuka palang karena mereka butuh makan, biaya sekolah anak, dan cicilan menunggak.
Baca juga:
PT BPC: Kami Memang Cari Untung, tapi Tidak Tutup Mata dengan Kondisi Sosial
“Info dari pengawas kami, katanya sampai ada driver menangis di depan masyarakat yang palang memohon agar bisa lewat karena butuh untuk makan, biaya sekolah anak-anaknya, dan ada juga cicilan yang menunggak,” ungkap Andi Emy.
Menurut dia, driver BPC merupakan orang-orang yang berpenduduk di Desa Bonehau.
Mirisnya, warga yang palang jalan sebagian besar adalah keluarga para driver.
“Jadi mereka nekad melakukan hauling dengan harapan keluarga mereka yang memalang bisa berikan kebijakan walau sehari untuk mereka hauling, agar bisa ada pendapatan lagi.”
“Karena ini palang sudah kurang lebih 1 bulan. Mereka hanya dapat basic saja, hitungan retase mereka nihil,” jelas Manager BPC Site Tamalea.