Viral Pasien Tak Dilayani, RSUD Sulbar: GCS Masih 15, Meninggalnya di RS Bhayangkara

MAMUJU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar merespons viralnya informasi seorang pasien yang mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal akibat tidak dilayani oleh pihak rumah sakit.

Direkrut RSUD Sulbar, dr.Marintani Erna Dochri, mengungkapkan permintaan maaf atas situasi tersebut.

Namun begitu, dia menjelaskan bahwa kondisi instalasi gawat darurat atau IGD saat itu tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan terhadap pasien tersebut.

“Jumlah pasien saat itu berjumlah 31 orang, dari jumlah tersebut delapan di antaranya terpaksa duduk di kursi karena bed tidak ada, ditambah lagi tenaga medis kurang memadai,” ungkap dr. Marintani Erna kepada awak media, Selasa, 22 April 2025.

Menurut dr. Erna, kondisi kesadaran pasien waktu itu ialah 15 GCS atau masih dalam kesadaran penuh. Pihaknya pun menawarkan agar pasien mendatangi rumah sakit terdekat.

Hal itu dibenarkan penanggung jawab IGD RSUD Sulbar, dr. Riyana.

“Waktu itu saya yang jaga, kesadarannya (pasien) bahkan 15 GCS. Saya minta maaf ke beliau dan arahkan ke rumah sakit terdekat untuk ditangani secepatnya. Pasien masih merespons, dia jawab iye,” katanya.

Riyana mengatakan, pihaknya tak bisa menangani pasien saat itu karena kondisi IGD penuh dan jumlah perawat tidak memadai.

“Kami juga tidak bisa tangani di sembarang tempat karena takutnya tidak steril, justru bisa bahayakan pasien,” jelasnya.

Pasien pun meninggalkan RSUD Sulbar dan belakangan diketahui mendatangi RS Bhayangkara.

Berdasarkan hasil koordinasi RSUD Sulbar dan pihak RS Bhayangkara, pasien sempat menjalani perawatan selama sekira satu jam hingga akhirnya meninggal dunia.

“Pasien saat di RS Bhayangkara masih sadar, bahkan masih buka sendiri jaketnya, sempat diinfus. Infonya sekitar satu jam dirawat,” ungkap Direktur RSUD Sulbar dr. Marintani Erna.

Leave a Comment