MAMASA – Warga Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi beberapa hari terakhir. Tabung gas bersubsidi itu sulit didapatkan di sejumlah kios maupun pangkalan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Salah satu warga, Iin Elfrina mengaku sudah hampir sepekan ini dia sulit mendapatkan tabung LPG 3 kg.
“Susah sekali didapat tabung 3 kg sekarang, hampir satu minggu ini agak langka,” ungkap Iin, Minggu, 8 Desember 2024.
Warga lainnya, Risna, mengatakan, dirinya harus mencari stok tabung 3 kg hingga ke wilayah Kabupaten Mamuju.
Menurut salah satu agen LPG 3 kg di Mamasa, PT. Rama Prima Tangguh, ada peningkatan permintaan tabung 3 kg dari masyarakat menjelang Nataru.
“Jadi ini bukan karena ada penimbunan atau hal-hal yang berkaitan dengan pilkada. Permintaan masyarakat memang meningkat menjelang Nataru,” terang perwakilan PT. Rama Prima Tangguh, Fredy Boy.
Fredy Boy menjelaskan, kuota PT. Rama Prima Tangguh hanya 1 load order (LO) atau sekitar 560 tabung per hari.
Dirinya pun mengaku kecewa setelah melihat pengajuan kuota LPG 3 kg Pemda Mamasa ke Pemprov Sulbar merupakan yang paling kecil dibandingkan kabupaten lainnya. Terlebih lagi, saat perumusan jumlah kuota yang bakal diusulkan, pihak agen tidak dilibatkan dalam pembahasan.
“Pemda Mamasa baru sibuk ketika gas LPG 3 kg langka. Tetapi ketika mengajukan kuota, kita tidak dilibatkan. Jadi saya juga bingung bagaimana perhatian pemerintah ke masyarakat miskin yang sangat butuh tabung LPG 3 kg ini,” katanya.
Oleh karena itu, Fredy Boy berharap masyarakat tidak melulu menyalahkan agen LPG 3 kg atas kelangkaan tersebut.
“Kami ini hanya sebagai lembaga penyalur di mana jumlah atau kuotanya sudah diatur sesuai permintaan pemda ke BPH Migas,” jelas Fredy.
Dia menegaskan, dari awal berdiri, agen PT. Rama Prima Tangguh sudah berniat membantu masyarakat miskin agar dapat menikmati LPG subsudi. Jika ada pangkalan dari PT. Rama Prima Tangguh mencoba memainkan pasokan LPG 3 kg, Fredy Boy meyakinkan, pihaknya tidak segan menutup pangkalan tersebut.
Sebelumnya, Pemprov Sulbar telah mengirim surat nomor 500.10.8/291/X/2024 terkait usulan kuota Liquified Petroleum Gas atau LPG 3 kg untuk tahun 2025 kepada Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. Dari jumlah 45.985 metrik ton usulan Provinsi Sulbar, Kabupaten Mamasa merupakan yang paling rendah yakni 4.998 metrik ton.
Usulan jumlah kuota LPG 3 kg untuk Kabupaten Mamasa tersebut lebih rendah dibanding Mamuju Tengah sebanyak 7.415 metrik ton.
Padahal, Mamasa memiliki jumlah penduduk yang lebih besar ketimbang Mamuju Tengah.
Untuk diketahui, jumlah kuota LPG 3 kg yang diusulkan Pemprov Sulbar ke Dirjen Migas merupakan hasil permintaan dari masing-masing pemda kabupaten.
Berikut tabel data usulan kuota LPG 3 kg tahun 2025 Provinsi Sulawesi Barat:
No | Kab/Kota | Rumah Tangga/KK | Usaha Mikro | Nelayan Sasaran | Petani Sasaran | Sambungan Rumah Tangga Jaringan Gas | Usulan Kuota 2025 (MT |
1. | Pasangkayu | 58.460 | 2.813 | 1.090 | 335 | – | 7.230 |
2. | Mamasa | 49.126 | 28.292 | – | 2.280 | – | 4.998 |
3. | Polman | 94.725 | 10.998 | 350 | 20.087 | – | 11.229 |
4. | Majene | 52.380 | 3.065 | 10.555 | 1.374 | – | 6.804 |
5. | Mamuju | 92.998 | 17.600 | 16.252 | 66.863 | – | 8.309 |
6. | Mamuju Tengah | 42.896 | 7.720 | 1.942 | – | – | 7.415 |