MAMUJU – Seorang siswa SMAN 1 Tommo bernama Yelsi Marlena (16) mengaku mendapat kekerasan dari oknum guru, Weni. Yelsi menerima tamparan hingga bogem mentah dari sang guru hingga mengakibatkan rahangnya terasa sakit.
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (15/10/2024) lalu.
Korban Yelsi menjelaskan kronologi hingga terjadi pemukulan oleh guru tersebut. mengatakan, saat itu mereka akan belajar mata pelajaran Bahasa Inggris. sejak masuk ke kelas, Weni sudah ngomel-ngomel kepada muridnya.
“Kalian jangan sok jago, sok ganteng, sok cantik, mukira kutakuti ko,” ujar Yelsi menirukan ucapan sang guru, kepada wartawan, Jumat, 18 Oktober 2024.
Singkat cerita, Yelsi ketahuan oleh guru tidak mencatat pelajaran. Alasan dirinya tidak mencatat karena menunggu temannya untuk halaman berikutnya.
“Sudah saya catat halaman sebelumnya, jadi kutunggu temanku dulu, baru nanti sama-sama mencatat halaman selanjutnya. Tapi bu guru tidak terima itu alasanku, jadi saya disuruh maju ke depan kelas,” cerita Yelsi.
Dia disuruh mengangkat satu kaki dan tangan direntangkan. Tapi karena kehilangan keseimbangan, kaki Yelsi yang diangkat pun jatuh.
Dirinya mengaku merasa lucu dengan tingkahnya sendiri hingga tersenyum.
Mungkin karena senyum tersebut, guru merasa tersinggung hingga Yelsi dipukul di bagian pinggang memakai buku, ditampar di bagian muka, hingga menerima tinjuan di rahang.
Setelah itu Yelsi didorong oleh sang guru ke ruang kepala sekolah.
Di hadapan kepala sekolah, lanjut Yelsi, Weni masih tersulut emosi.
“Dia (oknum guru) bilang seandainya bukan anak gadisku kuingat di rumah, sudah berdarah-berdarah mi itu mukamu,” ungkap Yelsi.
Ia merasa sudah dianiya secara fisik maupun psikis.
“Saya ditampar, dipukul, saya malu dikasi begini di depan teman-teman,” ungkapnya.
Yelsi dan keluarganya sempat ke puskesmas untuk mengambil bukti visum tapi petugas setempat mengatakan harus lewat perintah polres.
Pihaknya juga melakukan pengaduan ke Polsek Tommo, namun pihak polsek berdalih laporan harus di Polres Mamuju.
Kepala SMAN 1 Tommo, Arrang, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui persis duduk persoalan antara guru dan siswanya tersebut.
“Saya ada kegiatan lain saat itu. Setelah tiba di kantor, saya sudah dapat siswi itu nangis-nangis,” aku Arrang.
Arrang menuturkan orang tua Yelsi sempat datang di sekolah dan menyampaikan keberatannya atas kasus penganiayaan tersebut.
Namun, Arrang meminta agar Yelsi dihadirkan langsung untuk mencocokkan keterangan antara dia dengan Weni.
“Saya kan maunya masalah ini selesai di sekolah, jadi harusnya siswa itu juga dihadirkan agar dicocokkan keterangan dengan gurunya,” jelasnya.
Meski begitu, Arrang menilai perbuatan Weni sebagai guru terlalu berlebihan dan melanggar. Dirinya mengaku sudah menegur oknum guru tersebut.
Weni, guru SMAN 1 Tommo tersebut diketahui merupakan istri oknum polisi.