
Kades Rantetarima, Sugiharbi berfoto dengan ubi kayu atau singkong
MAMASA – Pemerintah Desa Rantetarima, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa akan melakukan penjualan pertama komoditas singkong atau ubi kayu hasil panen masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung, pihak yang bakal bekerja sama dengan Pemdes Rantetarima adalah PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan makanan olahan terbesar di Indonesia.
Kades Rantetarima Sugiharbi mengatakan, ada sekira 2 ton singkong hasil masyarakatnya yang akan dijual ke PT Mayora.
“Ini pun sebenarnya panennya belum maksimal karena seharian ini hanya mampu memanen masing-masing sekitar 10 pohon ubi, jadi belum cukup setengahnya,” kata Sugiharbi, Kamis, 4 Juli 2024.
Ide soal pengembangan komoditas singkong ini berawal saat dirinya dilantik menjadi kepala desa pada Desember 2021 lalu.
Di 2022, Sugiharbi mewajibkan setiap keluarga memiliki satu lahan singkong sebagai program ketahanan pangan desa.
“Jadi pemerintah desa yang biayai pengolahannya. Selama ini masyarakat biasa olah jadi keripik,” ujarnya.
Yang membuat luar biasa, kata Sugiharbi, ada hasil panen masyarakat Rantetarima yang ukuran per umbinya mencapai 12 kilogram.
Hingga pada 2024 ini, Sugiharbi ingin memasarkan langsung singkong hasil panen masyarakatnya. Lewat salah satu kenalan, dirinya lalu membangun komunikasi dengan PT Mayora Indah Tbk yang ada di Gowa, Sulawesi Selatan.
Kedua pihak pun sepakat bekerja sama. Adapun pengiriman pertama singkong dari Rantetarima sebanyak 2 ton.
Sugiharbi menyampaikan bahwa masyarakat akan menerima utuh harga dari perusahaan. Sementara itu, pemerintah desa akan menyubnyidi biaya pengiriman singkong hasil panen ke PT Mayora di Gowa.
Upaya Pemdes Rantetarima tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRD Sulbar, Muh. Hatta Kainang.
Menurut Hatta, hal ini selaras dengan program Pj Gubernur Sulbar terkait optimalisasi komoditas lokal untuk diekspor ke luar daerah.
Dirinya berharap ke depannya Sulbar punya brand sendiri.